Pengaruh Bahan Pembenah Tanah pada pH dan P Tersedia Tanah Sub-Optimal Ultisols Asal Jasinga Kabupaten Bogor

Taufiq Bachtiar, Muftia Hanani, Nur Robifahmi, Anggi Nico Flatian, Ania Citraresmini

Sari


Aplikasi bahan pembenah tanah pada tanah-tanah sub-optimal seperti Ultisols di Indonesia perlu terus dilakukan. Hal ini ditujukan guna menunjang perbaikan kualitas lahan-lahan sub-optimal Ultisols secara langsung maupun tidak langsung baik dari segi fisika, kimia, dan biologi tanah. Telah dilakukan suatu penelitian awal pada Ultisols asal Jasinga Kabupaten Bogor Jawa Barat. Sampel tanah dianalisis secara lengkap kemudian diberikan perlakuan berupa bahan pembenah tanah. Tahap pertama menentukan kebutuhan kapur dengan nilai satuan bobot CaCO3 ha-1. Rancangan acak lengkap pola factorial digunakan pada tahap dua untuk menentukan pengaruh biochar dan pupuk P terhadap pH dan P tersedia tanah. Factor pertama merupakan Biochar terdiri dari 4 taraf dosis (0, 5, 10, 15 t ha-1) sedangkan untuk factor kedua yaitu dosis pupuk P (0,100,200 kg ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik Ultisols Jasinga memiliki kesuburan yang rendah dengan pH tanah sangat masam yaitu pH 4.02 (H2O) dan 3.38 (KCl). Untuk meningkatkan pH Ultisols Jasinga pada kisaran pH 6, maka dibutuhkan kapur sebanyak 3 t ha-1. Terjadi interaksi antara aplikasi biochar dan pupuk P pada Ultisols dalam meningkatkan pH tanah dan P tersedia tanah. Penambahan biochar sebanyak 5 t ha-1 mampu meningkatkan pH tanah secara signifikan. Sedangkan aplikasi biochar dengan dosis 15 t ha-1 dengan pupuk P 200 kg ha-1 menunjukkan nilai tertinggi pada P tersedia tanah.

Kata Kunci


Biochar, kapur, pH, P tersedia, Ultisols

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Atmaja, T., M. Madjid. B. Damanik, & Mukhlis. (2017). Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam, Pupuk Hijau, dan Kapur CaCO3 pada Tanah Ultisol Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung. Jurnal Agroekoteknologi FP USU, 5(1), 208-215.

Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi. (2003). Atlas Sumberdaya Iklim Pertanian Indonesia Skala 1: 1.000.000. Bogor: Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor.

Emaliana W., Munawar K., & Ilyas. (2017). Pengaruh Waktu Inkubasi Kapur dan Abu Sekam Terhadap Perubahan Beberapa Sifat Kimia Ultisol. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah, 2(4), 536-546.

Hermanto, D., S.R. Kamali, R. Kurnianingsih, & N. Ismillayli. (2013). Optimalisasi Lahan Kering Kecamatan Bayan-Lombok Utara Menggunakan Asam Humat Terimobilisasi dalam Rumput Laut sebagai Pelengkap Pupuk pada Tanaman Jagung (Zea mays L.). Sains Tanah – Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi, 10(2), 101-112.

Katam Litbang Pertanian (2020). Pupuk Padi Majemuk versi 2020. http://katam.litbang.pertanian.go.id/main.aspx (Diakses: April 20, 2021).

Las, I., M. Sarwani & A. Mulyani. (2012). Laporan Akhir Kunjungan Kerja Tematik dan Penyusunan Model Percepatan Pembangunan Pertanian Berbasis Inovasi Wilayah Pengembangan Khusus Lahan Sub Optimal. Bogor: Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor.

Mamat H.S. (2016). Lahan Sub.Optimal: Kendala dan Tantangan di Sektor Pertanian. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2016, Palembang 20 - 21 Oktober 2016.

Mulyani, A. & M. Sarwani. (2013). Karakteristik dan Potensi Lahan Sub-Optimal untuk Pengembangan Pertanian di Indonesia. Jurnal Sumber daya Lahan, 7(01).

Mulyani, A., D. Nursyamsi & I. Las. (2014). Percepatan Pengembangan Pertanian Lahan Kering Iklim Kering di Nusa Tenggara. Pengembangan Inovasi Pertanian, 7(4), 187-198.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. (2000). Atlas Sumberdaya Lahan/Tanah Eksplorasi Indonesia Skala 1:1.000.000. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor.

Prasetyo B.H. & Suriadikarta D.A. (2006). Karakteristik, Potensi, dan Teknologi Pengelolaan Tanah Ultisol untuk Pengembangan Pertanian Lahan Kering di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian, 25(2), 39-46.

Soil Survey Staff. (2014). Kunci Taksonomi Tanah. Ed. 3, 2015. Indonesia: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Subardja, D., S. Ritung, M. Anda, Sukarman, E. Suryani, & R.E. Subandiono. (2014). Petunjuk Teknis Klasifikasi Tanah Nasional. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor.

Suwardji, A. Hippi, & G. Suardari. (2007). Skenario Pengembangan Pertanian Lahan Kering di Lombok Utara. (Makalah “Pelatihan Pengembangan Irigasi Non-Padi dengan Teknologi Pengairan Sprinkle-Big Gun”, [Lombok Tengah]: Balitbang PU Sumber Daya Air, Departemen Pekerjaan Umum RI dan Fakultas Pertanian UNRAM).

Tan, K.H. (2008). Soils in the Humid Tropics and Monsoon Region of Indonesia. Boca Raton London New York : CRC Press. Taylor and Francis Group.

Wijayanti A., Susatyo E.B., Kurniawan C., & Sukarjo. (2018). Adsorpsi Logam Cr(VI) dan Cu(II) padaTanah dan Pengaruh Penambahan Pupuk Organik. Indo. J. Chem. Sci., 7(3), 242-248.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats