Sumberdaya di Wilayah Rencana Pemekaran Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat: Perbandingan Kondisi Eksisting dan Potensi

Setyardi Pratika Mulya, Gita Kusdiana, Andrea Emma Pravitasari

Sari


Kabupaten Sukabumi memiliki luas wilayah terluas se-Jawa Bali, namun memiliki nilai PDRB 2,3 persen dari total PDRB Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Dengan perkembangan wilayah yang lambat, Kabupaten Sukabumi terbagi menjadi 2 bagian yang berbeda karakteristik umum wilayahnya, yaitu Sukabumi Utara (perkotaan) dan Sukabumi Selatan (perdesaan), Hal ini menimbulkan kesenjangan dan alasan kurang optimalnya kinerja pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga muncul wacana pemekaran wilayah Kabupaten Sukabumi menjadi dua opsi, yaitu: tiga Daerah Otonomi Baru (DOB) dan dua DOB. Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis tingkat perkembangan dan ketimpangan wilayah; (2) mengidentifikasi komoditas unggulan di wilayah rencana pemekaran berdasarkan keunggulan komparatif dan kompetitif; (3) menganalisis ketersediaan lahan untuk pertanian; serta (4) membandingkan potensi wilayah rencana pemekaran pada kedua opsi. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode skalogram, Index Theil Entropy, Location Quotien (LQ), Differential Shift (DS), analisis spasial, serta analisis tabulasi-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan perkembangan dan ketimpangan wilayah, antara wilayah utara dan selatan. Komoditas unggulan di setiap DOB dominan padi. Wilayah selatan (KSI dan KP) memiliki lahan tersedia lebih luas dibandingkan wilayah utara (KSU), karena wilayah utara dominan lahan terbangun. Secara umum, wilayah utara memiliki potensi sektor non-pertanian, sedangkan wilayah selatan memiliki potensi sektor pertanian. Berdasarkan analisis dan pendapat masyarakat, wilayah utara lebih siap menghadapi pemekaran dibandingkan wilayah selatan. Pembangunan wilayah harus sesuai sumberdaya lokal.

Kata Kunci


DOB, ketimpangan, skalogram, Theil Entropy Index

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Baga, C.M.A. (2015). Dinamika Perkembangan Kota Kecil dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (Studi Kasus pada Kecamatan Muntilan, Mungkid, dan Salam). Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 11(3), 287-298.

Dhyatmika, K, W, Atmanti, H, D. (2013). Analisis Ketimpangan Pembangunan Provinsi Banten Pasca Pemekaran. Diponegoro Journal of Economic, (2), 1-8.

Faoziyah, U & Salim, A, W. (2016). Proliferation Pattern in Underdeveloped Region: Is It The Real Solution to Solve Underdeveloped Regions Problem in Decentralized Indonesia? Procedia-Social and Behavioral Sciences, (227), 824-832.

Hendayana, R. (2003). Aplikasi Metode Location Quotient (LQ) dalam Penentuan Komoditas Unggulan Nasional. Jurnal Informatika Pertanian, 12, 1-21.

Latuconsina, Z.M.Y. (2017). Model Pembangunan Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur Berbasis Sistem Wilayah Pengembangan. (Tesis, [Bogor]: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor). 125.

Mulya S.P., Hikmah, I.N.D.M, Widjaja & H. Widiatmaka. (2019). Multicriteria Analysis for Determining Primary Commodities at Jasinga District, Bogor Regency, Indonesia. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science, 399.

Mulya S.P., Rustiadi E. & Pravitasari A.E. (2018). Economic Disparitas in West Java Based on Village Development Indeks. Proceedings of The 14th IRSA Internasional Conference, Solo. 727-735.

Novianti D, Pravitasari A.E. & Sahara S. (2020). Analisis perkembangan wilayah provinsi Jawa Barat untuk arahan pembangunan berbasis wilayah pengembangan. Jurnal Geografi, 12(01). 2085-8167.

Panuju D.R. & Rustiadi E. (2013). Teknik Analisis Perencanaan Pengembangan Wilayah. Bogor (ID): Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdata Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Rustiadi E, Saefulhakim S, & Panuju D.R. (2011). Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta (ID): Crestpent dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia Press

Sitorus S.R.P., Leonataris C & Panuju D.R. (2012). Analisis Pola Penggunaan Lahan dan Perkembangan Wilayah di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barta. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 14(1), 21-28.

Sitorus S.R.P., Mulya S.P., Iswati A., Panuju D.R. & Iman L.A.S. (2014). Teknik Penentuan Komoditas Unggulan Pertanian Berdasarkan Potensi Wilayah dalam Rangka Pengembangan Wilayah. Proceedings Seminar Nasional ASPI 2014th Sustainable and Resikient Cities and Regions.

Tarigan R. (2008). Perencanaan Pembangunan Wilayah. Jakarta (ID): PT. Bumi Aksara.

Utari M.G.E.S. (2015). Analisis Sistem Pusat Pelayanan Permukiman di Kota Yogyakarta Tahun 2014. Journal of Economics and Policy, 8(1), 62-72.

Vaulina, S & Liana L. (2015). Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Wilayah di Provinsi Riau. Jurnal Dinamika Pertanian (30), 261-273.

Widiatmaka. (2013). Analisis Sumberdaya Wilayah untuk Perencanaan Tataguna Lahan. Bogor (ID): PS. PSL, Institut Pertanian Bogor.

Widiatmaka, W. Ambarwulan, & Sudarsono. (2016). Spatial Mul-Ticriteria Decision Making for Delineating Agricultural Land in The Jakarta Metropolitan’s Hinterland: Case Study of Bogor Regency, West Java. Agrivita Journal of Agricultural Science, 38(2), 105-115.

Widiatmaka, Mulya S.P., Panuju D.R, Ambarwulan W. & Hamzah U. (2019). Multicriteria Land Index for Determining Primary Commodity in Agricultural Landuse Planning. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science, 284(012006).

Wonua A.N. (2014). The Analyzes od Scalogram, Performance-Importance and Hierarchy Process for Grand Strategy of The Agroindustry Development In Southeast Sulawesi. International Journal of Humanities and Social Science Invention, 3(10), 40-45.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats