Keragaan Empat Varietas Padi pada Sistem Tanam Benih Langsung (TABELA) di Sawah Irigasi Sumatera Utara

Novia Chairuman, Putri Nirwana, Jonharnas Jonharnas, Khadijah El Ramija, Deddy Romulo Siagian, Siti Maryam Harahap

Sari


Peningkatan produksi beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat Indonesia dihadapkan pada permasalahan besar, seperti rendahnya tingkat pemanfaatan varietas bersertifikat dan kelangkaan tenaga kerja.  Untuk mengatasi masalah tersebut, telah dilakukan penelitian pengenalan sistem tanam benih langsung dan empat varietas padi bersertifikat.  Penelitian ini dilaksanakan di sawah irigasi Kebun Percobaan Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara pada bulan Oktober 2019 sampai Februari 2020. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi empat varietas padi pada sistem tanam benih langsung dengan cara tabur benih rata (broadcast seeding) di lahan sawah irigasi Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan enam ulangan.  Empat varietas padi yang diuji adalah: Inpari 30, Inpari 32, Mekongga, serta Ciherang.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan pada empat varietas yang diuji terhadap variable jumlah anakan produktif, panjang malai dan hasil gabah.Varietas Inpari 30, Inpari 32, serta Mekongga memberikan produksi masing-masing 19.30%; 23.14%; dan 21.00% lebih tinggi daripada varietas Ciherang.

Kata Kunci


keragaan, padi, tabela, sawah irigasi, Sumatera Utara

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agustiany, D. S., Hartadi, & Soekarto. (2017). Pengaruh Sistem Tanam Benih Langsung (TABELA), SRI (System of Rice Intensification) dan Konvensional terhadap Gulma dan Hasil Padi (Oryza Sativa L.). Agrovigor, 10(1). 7 – 12.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2017). Buku Deskripsi Varietas Unggul Baru Padi. Balitbangtan Kementerian Pertanian.

Deptan. (2010). Kebutuhan Benih Padi Potensial dan Total Produksi Benih Padi. Jakarta

Gomez, K. A. (1972). Techniques for Field Experiment with Rice. Los Baños, Philippines: IRRI.

Kartinaty, T & S. Sunardi. (2021). Teknologi Budidaya Padi Inpari 43 Sistem Tabela Di Lahan Pasang Surut Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia, 5(1). 61-65.

Lita, T. N., S. Soekartomo, & B. Guritno. (2013). Pengaruh Perbedaan Sistem Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) di Lahan Sawah. Jurnal Produksi Tanaman, 1(4): 361-368.

Martina, I & A. Pebriandi. (2020). Pengaruh Jarak Tanam Pada Sistem Tanam Jajar Legowo Terhadap Produktivitas Padi Varietas Inpari 32. Jurnal Agrifor, 19(2). 257-262.

Regazzoni, O., Y. Sugito, & A. Suryanto. (2013). Sistem Irigasi Berselang (Intermittent Irrigation) pada Budidaya Padi (Oryza Sativa L.) Varietas Inpari-13 dalam Pola Sri (System of Rice Intensification). Jurnal Produksi Tanaman, 1(2). 42-51.

Suhendrata, T. (2017). Pengaruh Jarak Tanam Pada Sistem Tanam Jajar Legowo Terhadap Pertumbuhan, Produktivitas dan Pendapatan Petani Padi Sawah Di Kabupaten Sragen Jawa Tengah. Sepa, 13. 188 – 194.

Sari, D.N., Sumardi, & Suprijono. (2014). Pengujian Berbagai Tipe Tanam Jajar Legowo terhadap Hasil Padi Sawah. Akta Agrosia, 17(2). 115-124.

Siregar, W. A., S. Murdy & A. Saputra. (2015). Komparasi Usahatani Padi Sawah Sistem Tapin dan Sistem Tabela di Kecamatan Geragai Kebupaten Tanjung Jabung Timur. Sosio Ekonomika Bisnis, 18(2). 37-46.

Yetti, H & Ardian. (2010). Pengaruh penggunaan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah (Oryza sativa L) varietas IR 42 dengan metode SRI (Sistem Of Rice Intensification). Sagu, 9(1). 21 - 27.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats