Identifikasi Komposisi dan Dominansi Gulma pada Lahan Terbuka dan Ternaungi Di Lahan Pasir Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Yogyakarta

Nindya Arini

Sari


Usaha budidaya pertanian di lahan pasir pantai merupakan upaya ekstensifikasi dalam meningkatkan produksi pertanian. Sama halnya dengan praktik budidaya tanaman di lahan optimum, kehadiran gulma di lahan pasir pantai juga dapat menurunkan produksi tanaman. Pengelolaan gulma di lahan pasir pantai didasarkan pada kondisi lahan. Kondisi lahan yang terbuka maupun ternaungi di lahan pasir pantai memiliki karakteristik yang berbeda. Dengan mengetahui komposisi gulma di lahan tersebut akan ditentukan pengendalian yang tepat. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan sampling menggunakan kerangka kawat berukuran 50 cm x 50 cm. Masing-masing lahan diambil 3 titik sampel. Pada setiap titik dilakukan pengambilan gulma. Data dianalisis dengan menghitung frekuensi nisbi, kerapatan nisbi, dominansi nisbi, summed domination ratio (SDR) dan koefisien komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma  jenis rumputan paling mendominasi pada lahan terbuka (Axonopus compressus. Digitaria ciliaris dan Echinochloa colonum. Sedangkan gulma di lahan ternaungi menunjukkan gulma jenis daun lebar yang mendominasi (Amaranthus palmeri, Commelina benghalensis, Gomphrena globasa, Hyptis suavadens, Tridax procumbens). Adapun nilai SDR paling tinggi baik pada lahan terbuka maupun ternaungi adalah gulma Axonopus compressus dengan nilai berturut-turut 57,51% dan 24,47% Nilai koefisien komunitas yang didapatkan dari lahan terbuka dan ternaungi adalah 59,69%. Nilai ini menunjukkan bahwa keragaman komunitas gulma di kedua lahan heterogen atau berbeda.

Kata Kunci


gulma, lahan pasir pantai, summed domination ratio

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Hendrival, H., Wirda, Z., & Azis, A. (2014). Periode kritis tanaman kedelai terhadap persaingan gulma. Jurnal Floratek, 9(1), 6-13.

Marsono, I. H. D. (2007). Analisis vegetasi untuk pengelolaan kawasan hutan lindung Pulau Marsegu, Kabupaten Seram bagian barat, Provinsi Maluku (Doctoral dissertation, [Yogyakarta]: Universitas Gadjah Mada).

Ludlow, M. M., Wilson, G. L., & Heslehurst, M. R. (1974). Studies on the productivity of tropical pasture plants. V.* Effect of shading on growth, photosynthesis and respiration in two grasses and two legumes. Australian Journal of Agricultural Research, 25(3), 425-433.

Palijama, W., Riry, J., & Wattimena, A. Y. (2018). Komunitas gulma pada pertanaman pala (Myristica fragrans H) belum menghasilkan dan menghasilkan di Desa Hutumuri Kota Ambon. Agrologia, 1(2), 134-142.

Putra, F. P., Yudono, P., & Waluyo, S. (2018). Perubahan Komposisi Gulma pada Sistem Tumpangsari Padi Gogo dengan Kedelai di Lahan Pasir Pantai. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 46(1), 33-39.

Samarakoon, S. P., Wilson, J. R., & Shelton, H. M. (1990). Growth, morphology and nutritive quality of shaded Stenotaphrum secundatum, Axonopus compressus and Pennisetum clandestinum. The Journal of Agricultural Science, 114(2), 161-169.

Sari, V. I. (2020). Perbedaan Perubahan Kondisi Gulma Rumput Pahit (Axonopus compressus) pada Aplikasi Herbisida Sistemik dan Kontak. Jurnal Citra Widya Edukasi, 12(1), 57-62.

Suharta, N. 2010. Karakteristik dan permasalahan tanaha marginal dari batuan sedimen masam di Kalimantan. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor.

Tjitrosoedirdjo, S., I. H. Utomo & J. Wiroatmodjo. 1984. Pengelolaan Gulma di Perkebunan. Jakarta: PT. Gramedia.

Utami, S., Kurniadie, D., & Widayat, D. (2020). Dinamika Populasi Gulma Akibat Aplikasi Herbisida Metil Metsulfuron pada Padi Sawah Sistem Tanam Pindah (Tapin) dan Tanam Benih Langsung (Tabela). Agrikultura, 31(3), 174-181.

Utami, S., Murningsih, M., & Fuad, M. (2020). Keanekaragaman dan dominansi jenis tumbuhan gulma pada perkebunan kopi di hutan wisata nglimut kendal jawa tengah. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(2), 411-416.

Wahyuni R, Solfiyeni & Chairul. (2015). Analisis vegetasi spesies tumbuhan asing invasif di kawasan cagar alam lembah harau. Prosiding seminar bioeti 3; 19 September 2015; Padang Indonsia. Padang (ID): Jurusan Biologi, Universitas Andalas.

Yasin, M., Rosenqvist, E., & Andreasen, C. (2017). The effect of reduced light intensity on grass weeds. Weed Science, 65(5), 603-613.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats