Analisis Beberapa Hara Kompos Limbah Rumah Tangga sebagai Pupuk Organik

Deny Setiawati, Elfarisna Elfarisna

Sari


Sampah dan limbah telah menjadi permasalahan dunia. Limbah organik rumah tangga dapat dijadikan kompos yang memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh SNI. Tujuan penelitian untuk mengetahui analisis beberapa hara kompos limbah rumah tangga sebagai pupuk organik. Penelitian  dilaksanakan pada  November 2019 sampai Januari 2020 di  Laboratorium  Balai Pengkajian  Teknologi Pertanian (BPTP)  Ungaran, Jawa Tengah.. Analisis kompos meliputi: analisis kadar air, pH, Rasio C/N, C-organik, N-organik, Kalium (K2O) dan Fosfor (P2O5). Kompos limbah rumah tangga pada penelitian ini secara fisik sudah memenuhi kriteria SNI 19-7030-2004 dan Permentan SR. 140/10/2011. Namun untuk kandungan hara Kalium  sedikit di bawah standar dan pH kompos terlalu basa sehingga belum memenuhi standar kualitas SNI 19-7030-2004 dan Permentan SR. 140/10/2011.

Kata Kunci


Hara, kompos, limbah rumah tangga

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Amir, L., A.P. Sari, St.F. Hiola, & O. Jumadi. (2012). Ketersediaan Nitrogen Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor L.) yang Diperlakukan dengan Pemberian Pupuk Kompos Azolla. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Makassar. Makassar. Jurnal Sainsmat, 1(2), 167-180.

Badan Pusat Statistik. (2018). Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2018. https://bps.go.id (13 September 2019)

Badan Standarisasi Nasional. (2004). Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik. SNI 197030-2004 Composting Council. 2014. Produce Compost. http://composting council.org/page/ProduceCompost ( 2 November 2019)

Dewilda, Y. & I. Apris. (2016). Studi Optimasi Kematangan Kompos dari Sampah Organik dengan Penambahan Bioaktivator Limbah Rumen dan Air Lindi. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Lingkungan Universitas Andalas. Padang.

Dewilda, Y., R. Aziz & R.A. Handayani. 2019. The Effect of Additional Vegetables and Fruits Waste on The Quality of Compost of Cassava Chip Industry Solid Waste on Takakura Composter. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 602, 012060.

Eliyani, Susylowati & A.P.D Nazari. (2018). Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga sebagai Pupuk Organik Cair pada Tanaman Bawang Merah (Allium cepa var. ascalonicum (L.) Back). Jurnal AGRIFOR, 17(2), 249-262.

Indrajaya, A.R., & Suhartini. (2018). Uji Kualitas dan Efektivitas POC dari Mol Limbah Sayuran terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Sawi. Jurnal Prodi Biologi, 7(8), 579-588.

Irawan, B. (2014). Pengaruh Susunan Bahan terhadap Waktu Pengomposan Sampah Pasar pada Komposter Beraerasi. Jurnal Metana, 10(01), 18-24.

Menteri Pertanian. (2011). Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah. Jakarta: Departemen Pertanian.

Palupi, N.P. (2015). Karakter Kimia Kompos dengan Dekomposer Mikroorganisme Lokal Asal Limbah Sayuran. Jurnal Ziraa’ah, 40(01), 54-60.

Rahmawati, I. (2014). Pengelolaan Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh. (Skripsi. [Aceh]: Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik. Universitas Syiah Kuala).

Suwatanti, E.P.S., & P. Widiyaningrum. (2017). Pemanfaatan Mol Limbah Sayur pada Proses Pembuatan Kompos. Jurnal MIPA, 40(1), 1-6.

Wazir , A., Z. Gul, & M. Hussain. (2018). Comparative Study of Various Organic Fertilizers Effect on Growth and Yield of Two Economically Important Crops, Potato and Pea. Agricultural Sciences, 9; 703-717.

Widarti, B.N., W.K. Wardhini, & E. Sarwono. (2015). Pengaruh Rasio C/N Bahan Baku pada Pembuatan Kompos dari Kubis dan Kulit pisang. Jurnal Integrasi Proses, 5(2), 75-80.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats