Kajian Bahan Organik Tanah dengan Porositas Tanah pada Berbagai Tanaman Penutup Lahan di KHDTK Gunung Bromo UNS

Dwi Priyo Ariyanto, Jaka Suyana, Hilmy Yahya Rakha Wijaya

Sari


Tanaman penutup lahan merupakan pemasok seresah sebagai sumber bahan organik tanah. Bahan organik pada tanah memengaruhi sifat fisik tanah dalam hal ini adalah porositas tanah. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Bromo Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada enam tutupan lahan yang ada di wilayah tersebut, yaitu Pinus, Mahoni, Pinus-Mahoni, Campuran, Semusim dan Bekas Persemaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai tutupan lahan terhadap bahan organik tanah dan porositas tanah di KHDTK Gunung Bromo UNS. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2019 hingga Januari 2020. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel tanah pada keenam tutupan lahan dengan tiga kali ulangan untuk dianalisis di laboratorium tanah, Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Tanah, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tanaman penutup lahan memiliki pengaruh terhadap nilai bahan organik tanah namun tidak memengaruhi porositas tanah, porositas tanah dipengaruhi oleh kandungan bahan organik tanah pada berbagai tutupan lahan di KHDTK Gunung Bromo UNS.

Kata Kunci


bahan organik tanah, KHDTK, porositas tanah, tanaman penutup lahan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arsyad, S. (1989). Konservasi Tanah dan Air. Bogor: IPB Press.

Dwiastuti, S., Maridi, S., & Puspitasari, D. (2016). Bahan Organik Tanah di Lahan Marjinal dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Proceeding Biology Education Conference, 13(1), 2528–5742.

Hanafiah, K. A. (2018). Dasar-dasar Ilmu Tanah (8th ed.). PT. RajaGrafindo Persada.

Izzati, M. (2015). Perbedaan Kandungan Bahan Organik pada Tanah Pasir dan Tanah Liat setelah Penambahan Pembenah Tanah dari Bahan Dasar Tumbuhan Akuatik. Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 23(2), 1–6.

Jayanthi, S., & Arico, Z. (2017). Pengaruh Kerapatan Vegetasi Terhadap Produktivitas Serasah Hutan Taman Nasional Gunung Leuser. Elkawnie, 3(2), 151–160.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2018). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.15/MENLHK/SETJEN/KUM.1/5/2018 tentang Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus. Peraturan Perundangan. https://jdihn.go.id/files/ 146/P.15-2018 KHDTK.pdf

Safitri NI, Setiawati T, B. C. (2018). Biochar dan Kompos untuk Peningkatan Sifat Fisika Tanah dan Efisiensi Penggunaan Air. Techno, 7(1), 116–127.

Saibi, N., & Tolangara, A. R. (2017). Dekomposisi Serasah Avecennia lanata pada Berbagai Tingkat Kedalaman Tanah. Techno: Jurnal Penelitian, 6(01), 56.

Surya, J. A., Nuraini, Y., & Widianto. (2017). Kajian Porositas Tanah Pada Pemberian Beberapa Jenis Bahan Organik Di Perkebunan Kopi Robusta. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 4(1), 463–471.

Susanti, P. D., & Halwany, W. (2017). Dekomposisi Serasah dan Keanekaragaman Makrofauna Tanah pada Hutan Tanaman Industri Nyawai (Ficus variegate. Blume). Jurnal Ilmu Kehutanan, 11, 212–223.

Sutanto, R. (2002). Pertanian Organik: Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Kanisius.

Wijanarko, A., Sudaryono, & Sutarno. (2007). Karakteristik Sifat Kimia dan Fisika Tanah Alfisol di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Buletin Iptek Tanaman Pangan, 2(2), 214–226.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats