Kombinasi Bitrichompos dan Biochar untuk Meningkatkan Kualitas Tanah dan Produktivitas Tanaman Sawi (Brassica juncea) pada Tanah Masam

Alaf Aminullah, Abdul Azis Ambar, Suherman Suherman

Sari


Penelitian kombinasi Bitricompos dan Biochar untuk meningkatkan kualitas tanah masam dan produktivitas tanaman sawi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tanah masam dan produktivitas tanaman sawi Percobaan di susun dalam Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 4perlakuan dan 3 ulangan sehinga memperoleh 12 yunit percobaan. hasil rata-rata jumlah daun BC1 = 6,16 dengan dosis Bitrichompos  37,03  gram,  biochar  12,96 gram dan tanah  masam  3kg, jumlah daun BC2 = 6,34 dengan dosis Bitrichompos 46,29 gram, biochar 18,51 gram dan tanah masam 3 kg, jumlah daun BC3 = 6,38 dengan dosis perlakuan Bitrichompos  55,55 gram, biochar  24,07 gram dan tanah masam 3 kg, sedangkan jumlah daun BC0 = 3,80 Tampa perlakuan. Hasil tertinggi terdapat pada perlakuan BC3 dengan jumlah daun 6,38  dan yang terendah adalah BC0 hanya mencapai jumlah 3,80. Berat tanaman yang dimana berat rata-rata BC0 = 6,43 gram. BC1 = 14,87 gram, BC2 = 20,67 gram dan BC3 =  26,40 gram. Dan panjang akar perlakuan BC1 = 11,13 cm, BC2 = 11,60 cm BC3 = 11,67cm, BC0 = 5,20 cm. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan BC0 tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat tanaman dan panjang akar. Sedangkan BC3  berpengaruh nyata terdapat tingginya jumlah daun, berat tanaman dan panjang akar. Hasil terbaik dalam penelitian ini adalah BC3 dengan dosis kombinasi Bitrichompos  55,55 gram, biochar  24,07 gram per 3 kg tanah masam.

Kata Kunci


dosis, tanaman sawi, bitrichompos dan biochar

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdurachman et al. (2008) Pemanfaatan lahan kering di Indonesia saat ini masih belum optimal. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Jalan Ir. H. Juanda No. 98 Bogor 16123.

Badan Pusat Statistik [BPS]. (2013). Kabupaten Sigi Biromaru dalam Angka, Tahun 2013/2014. Palu. Sulawesi Tengah: Kantor Pengolahan Data dan Informasi Badan Pusat statistik [BPS].

BPTP Jambi. (2009). Pemanfaatan trichokompos pada tanaman sayuran. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Departemen Pertanian.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian [BPTP] Sumatera Selatan. (2014). Trichoderma spp. (jamur ampuh pengendali penyakit tanaman). Palembang. [Online]: http://sumsel.litbang.pertanian.go.id/Trichoderma-jamur-ampuh pengendalipenyakit-tanaman [18 Juni 2017].

Hartati, W. & L.R. Widowati. (2006). Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya.

Lakitan, B. (2008). Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Rochayati S. & A. Dariah. (2012). Perkembagan lahan kering masam: peluang, tantangan dan strategi serta teknologi pengelolaan dalam prospek pertanian lahan kering dalam mendukung ketahanan pangan. Editor: Dariah et al. Badan Penelitian dan Perkembagan Pertanian. 187–206.

Sarief, S. (1993). Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana, Bandung.

Thahir, R., R. Rachmat & Suismono. (2008). Pengembangan Agroindustri Padi. Suyamto dkk. (Ed): Padi: Inovasi Teknologi dan Ketahanan Pangan. Balai Besar Penelitian Padi, Subang. 34–76.

Nur, S & Thohari. (2005). Tanggap Dosis Nitrogen dan Pemberian Berbagai Macam Bentuk Bolus Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L). Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, Brebes.

Wahyudi. (2010). Petunjuk Praktis Bertanam Sayuran. Agromedia Pustaka, Jakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats