Varietas Jagung Tahan Cekaman Kemasaman Berdaya Hasil Tinggi Untuk Budidaya di Lahan Gambut

Hidayat Hidayat

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk merakit genotipe jagung menjadi varietas yang tahan cekaman kemasaman sehingga dapat dimanfaatkan untuk budidaya di lahan gambut. Berbagai penelitian dan perakitan varietas telah dilakukan namun untuk varietas tahan cekaman kemasaman belum dilakukan, penelusuran paten tentang varietas tahan cekaman kemasaman telah dilakukan ternyata belum ada paten untuk itu. Penelitian Tahun I :biji jagung F11 ditanam pada dua lokasi yaitu Rasau Jaya I tipe luapan C (pH 3,5) dengan kematangan gambut safrist pH 4,1 dan Rasau Jaya III dengan tipe luapan B dengan pH 4,0 pada musim kemarau. Penelitian Tahun II: biji F11 tersebut ditanam pada dua lokasi dan dua musim tanam pada lokasi. Di dua lingkungan dan dua musim tanam, masing-masing menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan 12 perlakuan yaitu 12 galur terpilih dan 1 varietas kontrol (varietas Arjuna) dengan lima ulangan (kelompok) pada setiap lingkungan. Data penelitian tahun I dan II baru dapat dianalisis varians gabungan, sehingga akan didapatkan varietas adaptif dan stabil, yang tahan cekaman kemasaman dan berdaya hasil tinggi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi genotipe x lingkungan pada semua genotipe jagung yang ditanam, genotipe X dan Y beradapatasi umum dan relative stabil untuk semua lingkungan, terdapat beberapa genotipe yang mampu beraptasi khusus pada lingkungan tertentu, genotipe N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X dan Y berdaptasi pada lingkungan Rasau Jaya I dan III, serta genotipe K, L, dan M hanya berdaptasi pada lingkungan Rasau Jaya I untuk musim tanam II.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Azzalini, A. & Cox, D.R. (1984). Two test associated with analysis of variance. J. R. Statistic. Soc. B 46. 2:335-343.

Baihaki, A., Stucker, R. E., & Lambert J. W. (1976). Association of genotype x environment interaction with performance level of soybean lines in preliminary yield tests. Crop Sci. 16 : 718 – 721.

Bilbro, J.D. & Ray, L.L (1976). Environmental stability and adaptation of several cotton cultivars. Crop Sci 16: 821-824.

Brennan, P.S. & Byth D. E . (1979). Genotype x environmental interaction for wheat yields and selection for widely adapted wheat genotypes. Aust. J. Agric. Res. 30: 221-232.

Buckman, H.O & Brady, N.C. (1982). Ilmu Tanah. Bharata Karya Aksara. Jakarta.

Christiansen, M. N. & Lewis, C. F. (1982). Breeding plants for less favorable environments. John Wiley & Sons. New York. 459 p.

Eberhart, S.A. & W.A.Russel. (1966). Stability Parameters for Comparing Varieties. Crop Sci. 6: 34-41.

Finlay, K.W. & Wilkinson G. N. (1963). The analysis of adaptation in a plant breeding programme. Aust. J. Agric. Res. 14: 742-754.

Freeman, G.H. & J. M.Perkins. (1971). Environmental and genotype-environment component of variability. Heredity 27: 15-23.

Gail, M. & Simon. R. (1985). Testing for qualitative interactions between treatment effects and patient subsets. Biometric 41 :361-372.

Hakim, N.M.Y. Nyakpa, A.M. Lubis, S.G. Nugroho, MR. Saul, M.H. Diha, BH.Go,. & H.H.Bailey. (1986). Dasar-dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung.

Kang, M.S. & D.P. Gorman. (1989). Genotype x environment interaction in maize. Agron. J. 81: 662-664.

Levitt, J. (1980). Responses of Plants to Environmental Stresses. Vol. II : Water, Radiation, Salt, and Other Stresses. Academic Press. New York. 607 p.

Lin, C. S., M.R. Binns, & L.P. Lefkovich. (1986). Stability analysis: where do we stand ?. Crop Sci. 26: 894-899.

Nasrullah. (1981). A Modified procedure for indentifying varietal stability. Agric. Sci. 3(4): 153-159.

Noor, M. (2001). Pertanian Lahan Gambut Potensi dan Kendala. Kanisius. Yogyakarta: 174 h.

Purwono, dan Hartono. (2005). Bertanam Jagung Unggul. Penebar Swadaya. Jakarta: 67 h. Rukmana, R. 1997. Usaha Tani Jagung. Kanisius. Yogyakarta: 112 h.

Soemartono & Nasrullah. (1988). Genetika Kuantitatif. PAU Bioteknologi.UGM.171p.

Toemari, D. (1990). Kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sumber daya tanah dan air. Makalah Budidaya Pertanian untuk Menghadapi Penggunaan Lahan dan Air antara Pertanian dan Bukan Pertanian. Makalah Acara Dies Natalis Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta. 17 h.

Virk, D.S. & B.K. Mangat. (1991). Detection of cross over genotyoe x environment interaction in pearl millet. Euphytica 52: 193-199.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats