Variabilitas Fenotipe beberapa Genotipe Kunyit (Curcuma domestica Val.) Lokal Papua di Kabupaten Manokwari

Antonius Kosamah, Linda E. Lindongi, Theresia Tan, Amelia S. Sarungallo, Liz Yanti Andriyani, Yohanis Amos Mustamu

Sari


Kunyit merupakan tanaman rempah yang berpotensi sebagai bahan pangan fungsional. Penggunaan kunyit sebagai tanaman rempah menyebabkan tanaman ini banyak dibudidayakan hampir di seluruh indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menduga keragaman fenotipe beberapa jenis kunyit koleksi lokal Papua. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk menggambarkan variasi fenotipe dari data pengamatan morfologi dan hasil tanaman kunyit.Variabel yang diamati dalam penelitian mengikuti Pedoman Penyusunan Deskripsi Varietas Hortikultura yang dikeluarkan oleh Direktorat Perbenihan Hortikultura, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian tahun 2011, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang daun, lebar daun, berat per rimpang pertanaman. Analisis keragaman menunjukkan koefisien keragaman fenotipe (KKF)  berkisar dari rendah sampai dengan tinggi. Karakter yang memiliki KKF rendah adalah lebar daun; karakter yang memiliki KKF sedang adalah tinggi tanaman, panjang daun, panjang rimpang dan diameter rimpang, sedangkan karakter yang memiliki KKF tinggi adalah bobot rimpang per tanaman.  Hasil analis komponen utama (AKU) menunjukan bahwa terdapat dua komponen yang berkontribusi terhadap keragaman fenotipe dari 8 kunyit lokal Papua yang diamati. Karakter yang mampu mampu mempengaruhi keragaman komponen pertama dari 8 genotipe lokal Papua antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang daun, lebar daun, berat per rimpang dengan kontribusi sebesar 63,384% dan nilai Eigenvalue 3,803. Karakter yang mempengaruhi keragaman komponen kedua adalah panjang rimpang dan diameter rimpang dengan total kontribusi sebesar 20,753% dan Eigenvalue 1,245. Terdapat 2 klaster utama yang terbentuk berdasarkan analisis keragaman dari karakter vegetatif dan generatif 8 genotipe kunyit lokal yang diamati pada tingkat ketidakmiripan 0,87, yaitu klaster 1 yang terdiri dari genotipe Amban 2 dan kluster 2 yang terdiri dari genotipe bintuni, SP3, SP6, Jayapura 2, Jayapura, Arfai dan Amban.

Kata Kunci


kunyit, AKU, klaster

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anshori, S. R., Aisyah, S. I., & Darusman, L. K. (2014). Induksi Mutasi Fisik dengan Iradiasi Sinar Gamma pada Kunyit ( Curcuma domestica Val .). J. Hort. Indonesia, 5(03), 84–94.

Asnia, M., Ambarwati, N. S., & Siregar, J. S. (2019). Pemanfaatan rimpang kunyit ( Curcuma domestica Val. ) sebagai perawatan kecantikan kulit (pp. 978–979).

Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Hortikultura. (2020). Produksi kunyit menurut Provinsi , Tahun 2013-2017.

Bansal, R. P., Bahl, J. R., Garg, S. N., Naqvi, A. A., & Kumar, S. (2002). Differential Chemical compositions of the essential oils of the shoot organs , rhizomes and rhizoids in the tumeric curcuma longa grown in indo-gangetic plains differential chemical compositions of the essential oils of the shoot organs , rhizomes and rhi. Pharmaceutical Biology, 40(5), 384–389.

Bursatriannyo, Syukur, C., & Mushthofa. (2014). Identifikasi varietas tanaman kunyit menggunakan sistem pakar. Informatika Pertanian, 23(1), 95–106.

Jan, H. U., Rabbani, M. A., & Shinwari, Z. K. (2012). Estimation of genetic variability in turmeric ( Curcuma longa L.) germplasm using agro-morphological traits. Pakistan Journal of Botany, 44: 231–238.

Jolliffe, I. T. (2002). Principal Component Analysis. (P. Bickel, P. Diggle, S. Fienberg, K. Krickeberg, I. Olkin, N. Wermuth, & S. Zeger, Eds.), Springer Series in Statistics (2nd ed.). Springer-Verlag New York, Inc.

Luiram, S., Barua, P. C., Saikia, L., Talukdar, M. C., Luikham, S., Verma, H., Sarmah, P. (2018). Genetic Variability studies of turmeric ( Curcuma longa l .) genotypes of north eastern region of India. International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences, 7(7): 3891–3896.

M, G. H., Adji, T. B., & Setiawan, N. A. (2012). Penggunaan metodologi analisa komponen utama ( PCA ) untuk mereduksi faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit jantung koroner. SciEtec, 1–5.

Putri, T. K., Anindita, P. A., Wicaksana, N., Suganda, T., Concibido, V., Karuniawan, A., … Aggarwal, P. (2020). Keragaman Genetik 64 Aksesi Kunyit Asal Indonesia Berdasarkan Marka P450- Based Analogue (PBA). Buletin Penelitian Tanaman Rempah Dan Obat, 31(2), 123–134.

Singh, A. P., Pandey, V. P., Rahman, S. M. A., & Pervez, R. (2012). Biosciences. Trends in Biosciences, 5(1), 11–13.

Syahid, S. Fatimah, C. Syukur, N. N. Kristina, & J. Pitono. 2012. Adaptasi Delapan Nomor Harapan Kunyit (Curcuma Domestica Vahl.) Toleran Naungan. Bul. Littro 23(2): 115–24.

Tairo, F., E. Mneney, & A. Kullaya. 2008. Morphological dan agronomical characterization of sweet potato [Ipomoea batatas (L.) Lam.] germplasm collection from Tanzania. Afr. J. Plant Sci. 2:077-085.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats