Evaluasi dan Seleksi Kualitas beberapa Genotipe Cabai Keriting Hibrida

Rahayu S.T. Rahayu S.T., Levianny P.S Levianny P.S, Sulastiningsih N.W.H. Sulastiningsih N.W.H.

Sari


Cabai merupakan sayuran yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pengembangan benih cabai hibrida terus dilakukan karena memiliki beberapa keunggulan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji kualitas beberapa genotipe cabai keriting hibrida yang akan dilepas sebagai varietas. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Sayuran tahun 2018. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Sampel cabai diambil pada panen ke-3. Parameter yang diuji yaitu uji hedonik konsumen dan ukuran berat, panjang, dan diameter cabai. Uji hedonik konsumen ini dilakukan kepada 30 panelis tidak terlatih. Pada pengujian ini menggunakan skor 1-5 sebagai standar penilaian. Di mana skor 1 menunjukkan sangat suka, skor 2 suka, skor 3 agak suka, skor 4 tidak suka, dan skor 5 sangat tidak suka. Kode 1,2, dan 3 merupakan genotipe yang diuji  (H 01, H 04, dan HK). Sedangkan 4, 5, dan 6 sebagai pembanding yaitu varietas TM 999, Redsibel, dan Kastilo. Hasil penelitian menunjukkan konsumen memberikan penilaian tertinggi pada parameter warna terhadap genotipe 2 (H 04), dan varietas pembanding 5 (Redsibel), dan 6 (kastilo) yaitu 2.1. Hasil uji hedonik konsumen pada ukuran, warna, bentuk, dan kenampakan secara keseluruhan, genotipe 2 (H 04) mendapatkan penilaian yang tinggi (lebih disukai konsumen) yang mendekati pembandingnya varietas Redsibel. Genotipe 1 dan 2 memiliki ukuran berat dan diameter buah lebih besar dari pembandingnya.



Kata Kunci


cabai keriting hibrida, evaluasi, genotipe, kualitas

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ameriana, M. (2000). Penilaian konsumen rumah tangga terhadap kualitas cabai. J. Hort. 10(1):61-69.

Chen, L., & Opara, U. L. (2013). Approaches to analysis and modeling ttexture in fresh and processed foods A Review. Journal of Food Engineering. 119 (3): 497-507.

Darlina, E., Baihaki, A., Darajat, A., & Herawati, T. (1992). Daya gabung dan heterosis karakter hasil dan komponen hasil enam genotipe kedelai dalam silang dialil. Zuriat 3(2):32-38.

Gemma A. Chope, G. A., Terry, L.A., & White, P.J. (2006). Effect of controlled atmosphere storage on abscisic acid concentration and other biochemical attributes of onion bulbs. Postharvest Biology and Technology. Vol.39 (3): 233-242.

Ghosh, B. C., & Palit, S. (2003). Nutrition of tropical horticulture crops and quality products. In Dris,R., R.Niskanen., S.M.,Jain (Eds). Crop Management and Postharvest Handling of Horticltural Products Volume III. Science Publisher, Inc. USA.

Kirana, R. & Sofiari, E. (2007). Heterosis dan heterobeltiosis pada persilangan 5 genotip cabai metode dialil. J. Hort. 17(2):111-117.

Konopacka, D., & Plocharski W. J. (2004). Effect of storage conditions on the relationship between apple firmness and texture acceptability. Postharvest Biology and Technology. Vol.32 (2): 205–211.

Kusmana, Hidayat, I. M., Kirana, R., Kusandriani, Y., Jaya, B., Purwati, E., & Diryono. (2005). Uji daya hasil pendahuluan cabai di Garut dan Lembang. Laporan Hasil Penelitian Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Lembang.

Nasir, M. (1999). Efek heterosis dan heterobeltiosis pada tanaman lombok (Capsicum annuum L.). Habitat 10 (105): 39-43.

Permadi, C.S., Baihaki, A., Karmana, M. H., & Warsa T. (1990). Heterosis hasil dan komponen hasil dalam seri persilangan dialil lima tetua kacang hijau. Zuriat I(1):23-31.

Poulos, J.M., & Capsicum L. In Siemonsma,J.S., and K. Piluek (1994) (Eds). Plant Resources of South- East Asia 8 Vegetables. Prosea Foundation . Bogor, Indonesia.

Serrano, M., Zapata, P. J., Castillo, S., Guillén, F., Romero, D. M., & Valero, D. (2010). Antioxidant and nutritive constituents during sweet pepper development and ripening are enhanced by nitrophenolate treatments. Food Chemistry.118(3) : 497-503.

Sujiprihati, S., Yunianti, R., Syukur, M. & Undang. (2007). Pendugaan nilai heterosis dan daya gabung beberapa komponen hasil pada persilangan dialel penuh enam genotipe cabai (Capsicum annuum L.). Bul. Agron. (35) (1) 28-35.

Villora,G., Moreno, D. A., & Romero, L. (2003). Crop quality under adverse conditions: importance of determining the nutritional status in Dris, R., R. Niskanen., S.M., Jain (Eds). Crop Management and Postharvest Handling of Horticltural Products Volume III. Science Publisher, Inc. USA.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats