Perbaikan Komoditas Sorgum sebagai Pangan dan Bioenergi melalui Pemuliaan Mutasi Radiasi

Sihono Sihono, Wijaya M. Indriatama, Soeranto Human, Marina YM

Sari


Sorgum termasuk tanaman multiguna dan memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan di Indonesia. Biji sorgum dapat digunakan untuk pangan dan batangnya dapat menghasilkan air nira, sebagai bahan baku minuman segar dan energi (bioetanol).Selain itu,hijauan daun dan batangnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak ruminansia. Sorgum bukan tanaman asli Indonesia, maka keragaman genetik yang ada masih sangat terbatas. Upaya untuk perbaikan dan peningkatan keragaman genetik sorgum dapat dilakukan dengan pemuliaan mutasi. Di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Iptek nuklir dimanfaatkan dalam pemuliaan mutasi tanaman bertujuan untuk memperbaiki beberapa sifat tanaman. Penelitian pemuliaan tanaman sorgum dengan teknik mutasi induksi memanfaatkan sinar gamma bersumber Cobalt-60, untuk memperbaiki sifat-sifat agronomi dan kualitas sorgum sebagai sumber pangan dan energi (bioetanol). Beberapa varietas dan galur mutan sorgum telah diperoleh, yang selanjutnya galur-galur tersebut akan diteliti lebih lanjut sesuai dengan tujuan dan pemanfaatannya.

Kata Kunci


sorgum, budidaya, pemuliaan mutasi, agronomi, kualitas

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


BATAN. (2021). Hasil Teknologi Batan di Bidang Pertanian. http://www/batan/patir/_pert/pert.html. (Di akses tanggal, 10 Maret 2021).

DEPKES RI., Direktorat Gizi. (1992). Daftar komposisi bahan makanan. Penerbit Bhatara-Jakarta. Hal. 57.

House, L.R. (1985). A guide to sorghum breeding. International Crops Research Institute for Semi-Arid Tropics. Andhra Pradesh, India. Hal. 238.

Human S, Parno., Sihono & Carkum. 2003. Hasil penelitian pemuliaan tanaman sorgum menggunakan teknologi nuklir. makalah dalam pertemuan sosialisai pengembangan sorgum. Direktorat Jenderal Bina Produksi Tanaman Pangan. Deptan Malang, Jawa Timur. Hal. 1- 13.

LIPI., Pusat Penelitian Kimia. (2010). Hasil analisa nutrisi sorgum Patir-Batan. Puspitek Serpong, Tangerang. Hal 2.

Reddy, B.V.S., & William D.D.A.R. (2007). Sweet sorgum for bioetanol. Makalah dalam Workshop “Peluang dan Tantangan Sorgum Manis sebagai Bahan Baku Bioetanol”. Dirjen Perkebunan, Departemen Pertanian. Jakarta. Hal. 8.

Sobrizal. (2008). Mutasi induksi untuk mereduksi tinggi tanaman padi galur KI 237. Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi-BATAN. 4 (2): 99-108.

Sorghal-Biobase. (1997). Agronomic aspects of Sweet Sorghum and its utilization as biofuels in Wallonia (Belgium). European Energy Crops InterNetwork (Doc. B10092). Hal. 155.

Suryowinoto, M. (1990). Tenaga atom pemanfaatanya dalam biologi dan pertanian. Kanisius. Jakarta. Hal. 151.

Trikusumaningtyias & Suwarto. (2006) Potensi pengembangan sorgum di lahan marginal. Makalah dalam Fukus Grup Diskusi “Prospek Sorgum untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi”. MENRISTEK-BATAN. Serpong, Hal 14- 26.

U.S. Grain Council. (2005). White sorghum, the new food grain. All About White Sorghum Hal. 238.

Yudiarto, M.A. (2006). Pemanfaatan sorgum sebagai bahan baku bioetanol. Makalah dalam Fukus Grup Diskusi “Prospek Sorgum untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi”. MENRISTEK-BATAN. Serpong. Hal. 32-45.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats