Kajian Penggunaan Fungi Mikoriza Arbuskular terhadap Pertumbuhan dan Fisiologis beberapa Varietas Sorgum di Lahan Marginal

Shinda Rahman Aji Guno, Samanhudi Samanhudi, Puji Harsono

Sari


Sorgum merupakan tanaman yang tahan terhadap kekeringan dan mampu beradaptasi pada daerah yang luas sehingga sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus - November 2020 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pupuk kandang dan mikoriza pada beberapa varietas sorgum. Metode yang diginakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri atas dua faktor, faktor pertama adalah varietas yang terdiri atas varietas Numbu, Kawali, dan Suri, sedangkan faktor kedua adalah kobinasi perlakuan yang terdiri atas tanpa pupuk kandang dan tanpa mikoriza (pembanding), pupuk kandang 5 ton/ha + 1 g mikoriza/tanaman, pupuk kandang 5 ton/ha + 3 g mikoriza/tanaman, pupuk kandang 10 ton/ha + 1 g mikoriza/tanaman, dan pupuk kandang 10 ton/ha + 3 g mikoriza/tanaman. Jumlah kombinasi perlakuan sebanyak 15 (15 bedeng sebagai satuan percobaan dalam 3 blok sebagai ulangan). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (DMRT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas yang unggul di lahan marginal adalah varietas Numbu pada perlakuan kombinanasi pupuk kandang 10 ton/ha + 3 g mikoriza/tanaman.

Kata Kunci


lahan marginal, mikoriza, pupuk kandang, sorgum.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Andi A, Suaib, & Karimuna L. (2012). Pemanfaatan residu bahan organik dan fosfor untuk budidaya tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Berkala Penelitian Agronomi 1(1): 8-15.

Bertham. (2007). Dampak inokulasi ganda fungi mikoriza arbuskular dan rhizobium indigenious pada 3 genotipe kedelai di tanah ultisol. Jurnal Akta Agrosia. (2): 189-198.

Cameron, D. D. (2010). Arbuscular mycorrhizal fungi as (agro) ecosystem engineers. Journal of Plant Soil 333: 1-5.

Effendi, F. B. (2006). Uji varietas jagung (Zea mays L.) hibrida pada tingkat populasi tanaman yang berbeda. Skripsi. Program Studi Agronomi, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (1991). Physiology of crop plants. Diterjemahkan oleh H. Susilo. Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Hanafiah KA. (2013). Dasar-dasar ilmu tanah. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 360 p

Jabereldar, A. A., El Naim, A. M., Abdalla, A. A., & Dagash, Y. M. (2017). Effect of water stress on yield and water use efficiency of sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) in semi-arid environment. International Journal of Agriculture and Forestry 7(1): 1-6.

Madjid, A. (2009). Dasar-dasar Ilmu Tanah. http://dasar2ilmutanah.blogspot.com.

Nasir M. (2002). Bioteknologi molekuler teknik rekayasa genetik tanaman. Citra Aditya Bakti, Bandung.

Purba, P. R. O., Rahmawati, N., Kardhinata, E. H., & Sahar, A. (2014). Efektivitas beberapa jenis fungi mikoriza arbuskular terhadap pertumbuhan tanaman karet (Hevea brassiliensis Muell. Arg.) di pembibitan. Jurnal Online Agroekoteknologi 2(2): 919-932.

Raiesi. F., & Ghollarata, M. (2006). Interactions between phosphorus availability and an AM fungus (Glomus intraradices) and their effects on soil microbial respiration, biomass and enzyme activities in a calcareous soil. Pedobiologia 50: 413-425.

Rosliani, R., Hilman, Y., & Sumarni, N. (2006). Pemupukan fosfat alam, pupuk kandang domba, dan inokulasi cendawan mikoriza arbuskula terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun pada tanah masam. Jurnal Hortikultura 16(1): 21-30.

Setiawati, Betty, M. R., Fitriatin, N., & Suryatman, P. (2000). Pengaruh mikoriza dan pupuk fosfat terhadap drajat infeksi mikoriza dan komponen pertumbuhan tanaman kedelai. Prosiding Seminar Nasional Mikoriza I. Bogor.

Suarni. (2016). Peranan sifat fisikokimia sorgum dalam diversifikasi pangan dan industri serta prospek pengembangannya. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 35(3): 99-110.

Suarni, & Zakir, M. (2001). Sifat fisikokimia tepung sorgum sebagai substitusi terigu. Jurnal Penelitian Pertanian 20(2): 58–62.

Suharno, & Sancayaningsih, R. P. (2013). Fungi mikoriza arbuskula: potensi teknologi mikorizoremediasi logam berat dalam rehabilitasi lahan tambang. Bioteknologi 10(1): 23-34.

Suharno, Sancayaningsih, R. P, Soetarto, E. S., & Kasiamdari, R. S. (2014). Keberadaan fungi mikoriza arbuskula di kawasan tailing tambang emas Timika sebagai upaya rehabilitasi lahan ramah lingkungan. J. Manusia dan Lingkungan 21(3): 295-303.

Syah, M. J. A., Was, I., Herizal, Y. (2007). Pemanfaatan cendawan mikoriza arbuskula untuk memacu pertumbuhan bibit manggis. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika. Sinar Tani Ed: 24-30 Oktober 2007.

Talanca A. H., & Andayani, N. N. (20150. Perkembangan perakitan varietas sorgum di Indonesia. Balai Penelitian Tanaman Serealia.

Yasemin. (2015). The effect of drought on plant and tolerance mechanisms. G.U. J. of Science. 18(4): 723-740.

Zulkarnaen, Irmansyah, T., & Irsal. (2015). Respons pertumbuhan dan produksi beberapa varietas Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) pada berbagai jarak tanam di lahan kelapa sawit TBM I. Agroekoteknologi 3(1): 328-339.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats