Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kubis Bunga terhadap Naungan dan Pupuk NPK

Raisa Baharuddin, Siti Zahrah, Mardaleni Mardaleni, Asep Isworo

Sari


Budidaya kubis bunga atau bunga kol di provinsi Riau tergolong rendah dan berfluktuatif. Selama ini petani di Riau umumnya membudidayakan kubis bunga di bawah naungan. Permasalahan yang akan dihadapi dalam budidaya tanaman di bawah naungan yaitu berkurangnya intensitas cahaya yang diterima tanaman sehingga dapat berimplikasi pada penghambatan pertumbuhan dan produksi tanaman. Selain itu, peningkatan kuantitas dan kualitas hasil tanaman juga ditentukan oleh dosis pemupukan yang tepat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi kubis bunga terhadap naungan dan dosis pupuk NPK. Metode yang digunakan adalah Rancangan Petak tersarang dengan tiga ulangan. Faktor pertama alias petak utama yaitu intensitas naungan dengan tiga taraf perlakuan, yaitu tanpa naungan (0%), naungan 25%, dan naungan 55%. Faktor kedua atau anak petak yaitu dosis NPK 16:16:16 dengan empat taraf perlakuan, yaitu tanpa pupuk, NPK 3,7 g/tanaman, NPK 7,5 g/tanaman, dan NPK 11,2 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi pada perlakuan naungan dan pupuk NPK terhadap laju pertumbuhan relatif, laju asimilasi bersih, lingkar krop dan berat krop per tanaman kubis bunga.  Perlakuan naungan 0-25% memberikan produksi kubis bunga yang lebih tinggi yaitu 8.3-9.5 ton/ha dibandingkan naungan 55% (3.5 ton/ha). Pupuk NPK dengan dosis 7,5 g/tanaman mampu menunjang pertumbuhan dan produksi tanaman kubis bunga.

Kata Kunci


Brassica oleraceae var botritys, bunga kol, intensitas cahaya, naungan, NPK

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ahmad, I. H., Arifin, A. Z., & Pratiwi, S. H. (2018). Uji adaptasi pertumbuhan tanaman kubis bunga (Brassica olaraceae var. Botrytis, L.) dataran tinggi yang ditanam di dataran rendah pada berbagai kerapatan tanam dan naungan. Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan, 1(2): 11-17.

Baharuddin, R., Chozin, M. A., & Syukur, M. (2014). Toleransi 20 genotipe tanaman tomat terhadap naungan. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 42(2), 130-135.

Edi, S., & Bobihoe, J. (2010). Budidaya tanaman sayuran. BPTP Jambi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Kementan RI.

Gomies, L., Rehatta, H., & Nendissa, J. J. (2018). Pengaruh pupuk organik cair ri1 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea var. botrytis L.). Agrologia, 1(1), 13-30.

Handriawan, A., Respatie, D. W., & Tohari, T. (2017). Pengaruh intensitas naungan terhadap pertumbuhan dan hasil tiga kultivar kedelai (Glycine max (L.) Merrill) di lahan pasir Pantai Bugel, Kulon Progo. Vegetalika, 5(3), 1-14.

Harjadi, M. M. S. S. (2019). Pengantar Agronomi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Kurniaty, R., Budiman, B., & Suartana, M. (2010). Pengaruh media dan naungan terhadap mutu bibit suren (Toona Sureni Merr.). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 7(2), 77-83.

Lakitan, B. (2012). Dasar-dasar: fisiologi tumbuhan. Rajawali Press. Jakarta.

Pramitasari, H. E., Wardiyati, T., & Nawawi, M. (2016). Pengaruh dosis pupuk nitrogen dan tingkat kepadatan tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica oleraceae L.). Jurnal Produksi Tanaman, 4(1), 49-56.

Prasetya, M. E. (2014). Pengaruh pupuk NPK mutiara dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah keriting varietas arimbi (Capsicum annuum L.). Agrifor: Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan, 13(2), 191-198.

Sutopo, A. (2019). Pengaruh naungan terhadap beberapa karakter morfologi dan fisiologi pada varietas kedelai ceneng. Jurnal Citra Widya Edukasi, 11(2), 131-142.

Taiz, L., & Zeiger, E. (2002). Plant physiology. Sunderland, MA. Sinauer Associates, Inc., Publishers, 3, 484.

Wasis, B., & Fathia, N. (2011). Pengaruh pupuk NPK terhadap pertumbuhan semai gmelina (Gmelina arborea Roxb.) pada media tanah bekas tambang emas (tailing). Jurnal Silvikultur Tropika, 2(1), 14-18.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats