Penanganan Pascapanen Penyimpanan Bawang Merah (Allium ascalonicum L) : Review

Nurmalia Nurmalia, Deliana P. Agriawati, Hendri F. Purba, Tommy Purba

Sari


Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomis tinggi dan sangat penting untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan lainnya. Kebutuhan yang tidak terputus membutuhkan ketersedian stock yang menjamin dengan kualitas yang baik. Cara penyimpanan yang tepat dan baik sangat mempengaruhi ketersediaan stock. Masalah utama bawang merah yang sering menyebabkan  fluktuasi harga yang tinggi di pasaran adalah merupakan tanaman musiman sehingga produksinya tidak merata losses yang mencapai 20-40% akibat penanganan pascapanen yang kurang tepat. Selain itu bawang merah  mudah rusak sehingga waktu penyimpanan pendek. Penurunan kualitas bawang merah terutama akibat tumbuhnya tunas dan terjadinya kebusukan. Tingkat kehilangan terutama terjadi pada proses pengeringan dan penyimpanan. Penyimpanan bawang merah bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang dapat memepngaruhi mutu bawang merah dan mengendalikan persediaan bawang merah secara kontinyu, sehingga akan mencegah fluktuasi harga

Kata Kunci


pasca panen, bawang merah, penyimpanan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. (2016). Teknologi penanganan pascapanen bawang merah di Indonesia. Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian

Deden & Wachdijono (2018). Pengaruh penyimpanan umbi bibit bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada suhu dingin terhadap kualitas bibit, pertumbuhan, dan hasil pada varietas Bima dan Ilokos. J. Agrosintesa. 1(2): 84-95.

Komar N, Rakhamadiono S, & Kurnia L. (2001). Teknik penyimpanan bawang merah pascapanen di Jawa Timur. Jurnal Teknologi Pertanian 2 (2): 79-95.

Lee Y.R., & Kavita, S. (2016). Effect of different storage temperature on chemical composition of onion (Allium cepa L.) and its enzymes. J Food Sci Technol. 53(3): 1620–1632

Mutia A.K. (2019). Pengaruh kadar air awal pada bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap susut bobot dan tingkat kekerasan selama penyimpanan pada suhu rendah. Gorontalo Agriculture Technology Journal 2 (1) : Hal 30-37

Mutia A. K., Purwanto Y. A., & Pujantoro L. (2014). Perubahan kualitas bawang merah (Allium Ascalonicum L.) selama penyimpanan pada tingkat kadar air dan suhu yang berbeda. Jurnal Pascapanen 11(2): 108 - 115

Nazir N. (2017). Panen dan pascapanen bawang merah. http://www.bbpp-lembang. info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1347-panen-dan-pascpanen-bawang-merah.

Pérez, M.L.R, Weinert, C. H, Häußler, M., Egert, B., Frechen MA, Trierweiler B, Kulling SE, & Zörb C. (2020). Metabolite profiling of onion landraces and the cold storage effect. Plant Physilogy and Biochemisry146 : 428-437

Rukmana R. (2007). Bawang merah dari biji. Aneka Ilmu. Semarang

Wahibu. (2019). Penanganan pascapanen bawang merah. http://cybex.pertanian.go.id/ mobile/artikel/81918/Penanganan-Pasca-Panen-Bawang-Merah/.

Wibowo, S. (1994). Budidaya bawang: bawang putih, bawang merah, bawang bombay. Penebar Swadaya. Jakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats