Efektifitas Pupuk Organik Kotoran Sapi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Buncis Tegak

Mathias Prathama, Nur Khaririyatun, Nikardi Gunadi

Sari


Pengusahaan tanaman sayuran di daerah dataran tinggi sangat intensif pada saat ini. Penggunaan pupuk kimia yang berlebih dan tanpa memperhatikan kaidah-kaidah konservasi dapat menyebabkan degradasi lahan. Salah satu alternatif pemecahan masalah untuk mengurangi degradasi lahan dan pengaruh negatif akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebih adalah penggunaan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efikasi pupuk organik asal kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis tegak. Varietas yang digunakan adalah Balitsa 2 milik Badan Litbang Pertanian. Penelitian dilaksanakan di IP2TP Margahayu-Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang-Jawa Barat, pada bulan Agustus hingga Desember 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah RAK dengan 10 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan meliputi: (A) kontrol negatif (tanpa pupuk); (B) kontrol positif (dosis NPK standar); (C) ¾ NPK standar; (D) ¾ NPK standar+½ pupuk organik (PO) kotoran sapi; (E) ¾ NPK standar+1 PO kotoran sapi; (F) ¾ NPK standar+1½ PO kotoran sapi; (G) NPK standar+1 PO kotoran sapi; (H) 1 PO kotoran sapi; (I) NPK standar+pupuk kandang ayam; (J) pupuk kandang ayam. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, lebar kanopi, dan bobot polong buncis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik kotoran sapi yang dikombinasikan dengan pupuk NPK mampu meningkatkan pertambahan tinggi tanaman dan lebar kanopi tanaman buncis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik kotoran sapi mampu meningkatkan hasil produksi berupa bobot segar buncis sebesar 9-29%, sekaligus mengefisienkan penggunaan pupuk NPK sebesar 25%. Peningkatan hasil produksi tertinggi dicapai oleh penambahan pupuk organik kotoran sapi sebanyak 8 ton/ha yang dikombinasikan dengan penggunaaan pupuk NPK sebanyak 300 kg/ha.

Kata Kunci


buncis, pupuk organik, kotoran sapi, produksi, pertumbuhan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bielczynski, L. W., Łaçki, M. K., Hoefnagels, I., Gambin, A., & Croce, R. (2017). Leaf and Plant age affects photosynthetic performance and photoprotective capacity. Plant Physiology, 175(4), 1634–1648.

Dewanto, F. G., Londok, J. J. M. R., Tuturoong, R. A. V., & Kaunang, W. B. (2013). Pengaruh pemupukan anorganik dan organik terhadap produksi tanaman jagung sebagai sumber pakan. Jurnal Zootek, 32(5), 1–8.

Dinesh, R., Srinivasan, V., Ganeshamuthry, A.N., & Hamza S. S. (2012). Effect of organic fertilizers on biological parameters influencing soil quality and productivity. In: Organic Fertilizers: Types, Production and Environmental Impact. Rajeev Pratap Singh (Ed.). Agriculture Issues and Policies. Nova Science Publisher Inc. New York. p. 23-46.

Herdiyanto, D., & Setiawan, A. (2015). Upaya peningkatan kualitas tanah melalui sosialisasi pupuk hayati, pupuk organik, dan olah tanah konservasi di Desa Sukamanah dan Desa Nanggerang Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 4(1), 47–53.

Ohorella, Z. (2012). Pengaruh dosis pupuk organik cair (POC) kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau (Brassica sinensis L.). Jurnal Agroforestri, 7(1), 43–49.

Prathama, M., Sembiring, A., Lukman, L., & Wijaya, E. (2015). Pengaruh penggunaan pupuk organik tandan kosong kelapa sawit (TKKS) terhadap perbaikan kesuburan tanah, pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.). Prosiding Seminar Nasional Perhimpunan Hortikultura Indonesia (PERHORTI), 227–234. Bogor.

Purnomo, R., Santoso, M., & Heddy, S. (2013). Pengaruh Berbagai macam pupuk organik dan anoraganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimung (Cucumis sativus L.). Jurnal Produksi Tanaman, 1(3), 93–100.

Sentana, S. (2010). Pupuk organik , peluang dan kendalanya. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” Pengembangan Teknologi Kimia Untuk Pengolahan Sumber Daya Alam Indonesia, 2005–2008. Yogyakarta.

Setyanti, Y. ., Anwar, S., & Slamet, W. (2013). Karakteristik fotosintetik dan serapan fosfor hijauan alfalfa (Medicago sativa) Pada tinggi pemotongan dan pemupukan nitrogen yang berbeda. Animal Agriculture Journal, 2(1), 86–96.

Wachjar, A., & Anggayuhlin, R. (2013). Peningkatan produktivitas dan efisiensi konsumsi air tanaman bayam (Amaranthus tricolor L.) pada teknik hidroponik melalui pengaturan populasi tanaman. Buletin Agrohorti, 1(1), 127–134.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats