Uji Paket Teknologi terhadap Penampilan Genotipe Jagung Unggul di Lombok Barat Nusa Tenggara Barat

I Wayan Sutresna, I Wayan Sudika, Dwi Ratna Anugrahwati

Sari


Kemampuan tanaman untuk menampilkan karakter kuantitatif pada lingkungan yang berbeda menunjukkan bahwa tanaman tersebut mempunyai daya adaptasi yang baik. Adanya variasi hasil pada berbagai genotype tanaman dengan lingkungan tertentu memerlukan pemahaman terhadap faktor penyebabnya terutama pada fase vegetatif, fase reproduktif dan pengisian biji.Tujuandari penelitian ini adalah: Untuk mengkaji penampilan karakter kuantitatif genotipe jagung unggul pada berbagai paket teknologi di Lombok Barat, NTB. Metode penelitianyang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan lapang. Percobaan dengan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) yang terdiri atas dua faktor yaitu, tiga Paket Teknologi sebagai Petak Utama dan empat Genotipe jagung unggul sebagai Anak Petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Penampilan karakter kuantitatif daya hasil Varietas Lamuru, Arjuna, dan Sukmaraga adalah sama dan lebih tinggi daripada Poulasi C2, secara berurutan yaitu : (7,475; 7,333; 7,247 dan 5,081) ton/ha; Penampilan karakter kuantitatif daya hasil pada teknologi sederhana (T1) dan teknologi menengah (T2) adalah sama dan lebih rendah daripada teknologi sempurna (T3), secara berurutan yaitu : (6,338 ; 6,703 dan 7,103) ton/ha.

Kata Kunci


paket teknologi, genotipe jagung, karakter kuantitatif

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Allard, R.W., & Bradshaw. (1964). Implication of genotipe x environment interaction in applied plant breeding. Crop. Sci. 4 : 503-507

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. (1990). Data pokok pembangunan NTB

Biro Pusat Statistik. (2007). Nusa Tenggara Barat dalam angka. Badan Pusat Statistik Provinsi NTB

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali. (2005). Teknologi Budidaya Jagung

Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2006). Program pengembangan agribisnis jagung di Provinsi NTB melalui program satu juta ton jagung (Prosta Tanjung) Dalam mendukung gerbang e-mas bangun desa

Sutresna, I W. (2007). Seleksi simultan pada populasi jagung untuk mendapatkan daya hasil tinggi dan berumur genjah pada lahan kering di NTB. Laporan Penelitian (KKP3T)

Sutresna, I W. (2008). Efektivitas seleksi simultan dalam perbaikan hasil, umur dan biomassa populasi jagung (Zea mays L.). Agrivita. 30 (2): 118-125

Sutresna, I W, I G.P.M. Aryana, I G. A & Gunartha I G.E. (2018). Evaluation of superior maizes genotypes environment with improved cultivation technology. IOSR Journal. 11. (6): 1-4

Somantri A., & Muhidin S.A. (2006). Aplikasi Statistika Dalam Penelitian. CV Pustaka Setia. Bandung

Silva, A.R., Souza Jr., C.L., Aguiar, A.M., & de Souza. A.P. (2004). Estimates of genetic variance and level of dominance in a tropical maize population. i. grain yield and plant traits. Maydica, 49: 65 – 71.

Sudika, Sutresna & Anugrahwati, D.R. (2019). Kajian perubahan ragam genetik tanaman jagung (Zea mays L.) akibat seleksi. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan. 5 (2): 83-93.

Syukur M., Sujiprihati S., & Yunianti R. (2012). Teknik pemuliaan tanaman. Penebar Swadaya. Depok.

Wahid, P., Las, I., & Dwijanto. K., (2001). Konsep dasar pengembangan lahan kering berwawasan lingkungan di kawasan timur Indonesia. Makalah disampaikan pada Lokakarya Status dan Pengembangan Lahan Kering di Indonesia, Mataram


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats