Pemanfaatan Teknologi Pascapanen Padi meningkatkan Kualitas Mutu Hasil Panen di Jawa Tengah

Roostian Moordiani, Fitrin Yunita

Sari


Pangan menjadi kebutuhan paling utama harus dipenuhi dari produksi dalam negeri untuk mewujudkan ketahanan pangan dalam rangka mendukung kemandirian pangan nasional. Tantangan mempertahankan ketahanan pangan nasional salah satunya adalah kehilangan hasil panen. Strategi menekan kehilangan hasil panen dapat dilakukan melalui penanganan pascapanen yang tepat serta mekanisasi pertanian. Pengkajian kuantitatif dengan metode deskriptif, bertujuan mengetahui pemanfaatan alat mesin pertanian pascapanen vertical dryer di tingkat kelompok tani. Penanganan pascapanen padi khususnya pada tahap pengeringan gabah perlu mendapatkan perhatian karena mempengaruhi rendemen giling dan mutu hasil beras. Penggunaan vertical dryer memudahkan petani mengontrol kadar air GKG sehingga gabah yang dihasilkan memliki kualitas lebih baik, serta menekan kehilangan hasil. Dampak ekonomi pemanfaatan vertical dryer adalah efektivitas dan efisiensi biaya tenaga kerja khususnya saat musim penghujan dan panen raya. Hasil samping atau polusi udara yang dihasilkan vertical dryer tidak berdampak pada lingkungan. Kendala yang dihadapi adalah pengadaan alat pengering mekanis mahal sehingga keterbatasan petani atau kelompok tani untuk memiliki secara mandiri. Secara keseluruhan bantuan hibah alat pascapanen vertical dryer bermanfaat bagi petani dan kelompok tani penerima manfaat. Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani pada penanganan pascapanen padi yang tepat dilakukan melalui pendampingan oleh penyuluh, petugas teknis serta steakholder terkait baik di tingkat pusat, provinsi dan daerah.

Kata Kunci


pascapanen padi, mekanisasi pengeringan, vertical dryer

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Kementerian Pertanian. (2019). Petunjuk pelaksanaan kegiatan penanganan pascapanen tanaman pangan Tahun (2019). Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (2019). Laporan hasil pengamatan susut hasil padi provinsi jawa tengah tahun 2019. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Badan Standardisasi Nasional. (1987). Gabah, Standar Mutu SNI 01-0224-1987. BSN. Jakarta

Hariardi, S.S. (2011). Dinamika kelompok teori dan aplikasinya untuk analisis keberhasilan kelompok tani sebagai unit belajar, kerjasama, produksi dan bisnis. Sekolah Pascasarjana Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Nazir. 2013. Metode penelitian. Galia Indonesia. Bogor.

Novrinaldi & Setya, A.P. (2019). Pengaruh Kapasitas Pengeringan Terhadap Karakteristik Gabah Menggunakan Swirling Fluidized Bed Dryer (SFBD). Jurnal Riset Teknologi Industri 13 (2) : 111 –124.

Purwatini, T.B, & Sri H. S. (2017). Dampak penggunaan alat mesin panen terhadap kelembagaan usaha tani padi. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian 16 (1) : 73 – 88.

Sarastuti, Usman, A., & Sutrisno. (2018). Analisis mutu beras dan penerapan sistem jaminan mutu dalam kegiatanpengembangan usaha pangan masyarakat. jurnal penelitian pascapanen pertanian 15 (2) : 63 – 72.

Setyono, A., S. Nugraha, & Sutrisno. (2008). Prinsip Penanganan Pascapanen Padi. dalam Padi: Introduksi Teknologi dan Ketahanan Pangan Buku I. Balai Besar Penelitian Padi. Sukamandi.

Soemantri, A.S, Prima L, & Irpan B, J. (2016). Strategi peningkatan produksi beras melalui penekanan susut panen dan pascapanen dengan pendekatan sistem modeling: studi kasus Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. J Informatika Pertanian 25 (2) : 249 – 260.

Sugiyono. (2015). Metode penelitian manajemen. Penerbit Alfabeta. Bandung.

Suswono. (2014). Kebijakan pembangunan pertanian untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan energi dalam menyongsong era Asia. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Pertanian Terpadu Berkelanjutan Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Energi Menyongsong Era Asia. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Swastika, D.K.S. 2011. Teknologi panen dan pascapanen padi: kendala adopsi dan kebijakan strategi pengembangan. J. Analisis Kebijakan Pertanian 10 (4) : 331 – 346.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats