Aplikasi Kompos Feses Walet dan Abu Sekam Padi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

Faisal S. Faisal S., Muh. Iqbal Putera, Nur Ilmi, Ade Putra Salim

Sari


Salah satu cara untuk menambah unsur hara dalam dalam tanah yakni dengan penggunan pupuk organik. Feses walet, kompos feses walet, dan abu sekam padi memiliki potensi untuk menambah unsur hara pada lahan pertanian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian pupuk organik (feses walet, kompos feses walet, dan abu sekam padi) serta mengetahui kombinasi dosis kompos feses walet dan abu sekam padi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilaksanakan di lahan peneliti petani yaitu di Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang pada bulan Juli 2019 sampai bulan November 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan non faktorial yang memiliki 7 taraf perlakuan dan diulangi sebanyak 3 kali yaitu A0: Kontrol tanpa pupuk. A1: feses walet. A2: abu sekam padi. A3: kompos feses walet. A4 : abu sekam padi + kompos feses walet (1:1). A5 : abu sekam padi + kompos feses walet (2:1). A6 : abu sekam padi + kompos feses walet (1:2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kompos feses walet, feses walet, dan abu sekam padi memiliki pengaruh yang nyata pada tinggi tanaman, berat kering umbi dan berat basah umbi di angin-anginkan. jumlah anakan per rumpun, Jumlah daun per rumpun, diameter umbi dan jumlah umbi tidak berpengaruh nyata. Pemberian kompos feses walet memberikan respon yang sangat positif terhadap pertumbuhan dan produksi.

Kata Kunci


bawang merah, kompos feses walet, abu sekam

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdullah, Mudjisihono R.B, & Prajidno. (2006). Beberapa genotype padi menuju perbaikan mutu beras. Penelitian Balai besar Tanaman Padi Sukamandi. Hlm.5

Saputra, A. D. P, (2008). Selayang Pandang Tentang Molase (Tetes Tebu), http://anggitsaputradwipranama.blogspot.com/2008/07/selayang-pandang-tentang-molase-tetes.html,

Amrizal, A. (2012). http://repository.unand.ac.id/20037/1/jurnal%20saia.pdf.

Artanti, F.Y. (2007). Pengaruh macam pupuk organik cair dan kesentrasi IAA terhadap pertumbuhan setek tanaman stevia (Stevia rebaudianabertoni M). Skripsi. FP UNS.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2016). Luas panen dan produksi tanaman sayuran dan buah-buahan semusim menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah 2015 - 2016.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2016). Statistik Tanaman Hortikultur Sulawesi Selatan 2016. Katalog BPS 5204003.73.

Bina Tim Karya Tani. (2008). Pedoman bertanam bawang merah CV. Trama Widya. Bandung. 120 hal.

Budiman, A. (2004). Aplikasi kascing dan cendawan mikoriza arbuskula (CMA) pada ultisol serta efeknya terhadap perkembangan mikroorganisme tanah dan hasil tanaman jagung semi (Zea mays L.). Skripsi Fakultas Pertanian Andalas, Padang. (Tidak dipublikasikan).

Fatonah. (2002). Pengaruh jarak tanam antar barisan dan dosis guano terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tunggak. Fakultas Pertanian UMY. Yogyakarta.

Gunadi, N. (2009). Kalium sulfat dan kalium klorida sebagai sumber pupuk kalium pada tanaman bawang merah. Jurnal Hortikultura 19(2): 174-185

Fansyuri, H., & Armaini. (2019). Pengaruh pemberian pupuk guano terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). JOM FAPERTA Vol.6

Hanafiah AS, T Sabrina & H Guchi. (2010). Biologi dan Ekologi Tanah. FP – USU, Medan

Harsani & Muhdiar. 2019. Respon pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium cepa L.) yang diaplikasikan kompos feses walet. Jurnal Galung Tropika. 8 (1):35-41

Hervani, D., L. Syukriani, E. Swasi & Erbasrida. (2009). Teknologi budidaya bawang merah pada beberapa media dalam pot di Kota Padang. Warta Pengabdian Andalas, 15(22): 1-8.

Hutagalung., M. H, Yetti & Silvina, F. (2017). Pengaruh beberapa pupuk organik dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium asalonicum L.). JOM Faperta UR. 4 (1):1-10

Joko Samudro. (2016). https://organikilo.co/2016/03/kandungan-nutrisi-pupuk-organik-guano.html.

Lakitan, B. 1996. (2010). Dasar-dasar fisiologi tumbuhan. PT. Raja Grafindo. Edisi Revisi. Jakarta.

Lestari. (2011). Pupuk majemukorganik guano walet. http://id528084201011.indonetwork.co.id/2261825/pupuk-majemuk-organik-guano-walet.htm. Diakses Tanggal 19 Mei 2018

Suparman, M. (1994). EM4 Mikroorganisma Yang Efektif, Sukabumi: KTNA.

Martanto, E, A, (2001). Pengaruh abu sekam terhadap pertumbuhan tanaman dan intensitas penyakit layu fusarium pada tomat (Jurnal 8 (2). Program Studi Agronomi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Negeri Papua. Hal. 37-40.

Murbandono, (2010). Membuat Kompos. Jakarta: Peneber swadaya.

Napitupulu, D & L. Winarto. (2009). Pengaruh pemberian pupuk N Dan K Terhadap Perumbuhan Dan Produksi Bawang Merah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara. J-Hort20(1): 22-35 2010

Nazaruddin, (2003). Budidaya dan Pengantar Panen Sayuran Dataran Rendah. Penebar Swadaya. Jakarta. 142 hal.

Faisal, N. H. (2014). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Guano Dan Pupuk Hijau Tithonia (Tithonia diversifolia) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccrata sturt). http://repository.unand.ac.id/19242/.

Pracaya. (2002). Bertanam sayuran organik. Jakarta: PT. Penebar Swadaya.

Putrasamedja S. (2007). Pengaruh berbagai macam bobot umbi bibit bawang merah (Allium ascalonicum) yang berasal dari generasi ke satu terhadap produksi. J. Agrin. 11(1): 1-6

Rahayu, E. & Berlian, N.V.A. (2006). Bawang merah. Penebar Swadaya. Jakarta. 94 hal.

Redaksi Agromedia, (2007), Petunjuk Pemupukan, Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Samekto, R. (2006). Pupuk Kompos, Yokyakarta: PT. Citra Aji Parama.

Rosmarkam, Afandhie & Yuwono, N. W. (2002). Ilmu kesuburan tanah. Kanisius. Yogyakarta.

Sartono. (2009). Budidaya bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay. Intimedia. Jakarta.

Seta, R. M. (2009). Guano, Kotoran Burung yang Menyuburkan. http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Blog/Taman/Guano-Kotoran-Burung-yang- Menyuburkan.

Siskawati, E., R. Linda., & Mukarlina. (2013). Pertumbuhan steak batang jarak pagar ( Jatropha curcas L.) dengan perendaman larutan bawang merah ( Allium cepa L.) dan. IBA (Indole Butyric Acid). Jurnal Protobiont 2 (3): 167-170

Soemardi & T. Ridwan. (1991). Penanganan pasca panen padi. Balai Penelitian Tanaman Pangan. Bogor.

Sumarni,N, Rosliani, R, & Basuki,R,S. (2012). Respon pertumbuhan hasil umbi dan serapan NPK tanaman bawang merah terhadapa berbagai dosis pemupukan NPK pada Tanah Alluvial. J-Hort 22 (4)

Sunarjono, H. (2003). Bertanam 30 jenis sayur. Penebar Swadaya. Jakarta. 132

Suriana, N. (2011). Bawang bawa untung budidaya bawang merah dan bawang putih. Cahaya Atma Pustaka. Yogyakarta. 104 hal.

Syam, A. (2003). Efektivitas pupuk organik dan anorganik terhadap produktivitas padi di lahan sawah. Jurnal Agrivigor 3 (2), 232-244

Talino, H., D. Zulfita, & Suracham. (2013), Pengaruh pupuk kotoran burung walet terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah pada tanah podsolik tanah kuning. Pontianak: UNTAN jurnal.untan.ac.id/index.php/jspp/article/view/2476/2442.

Trubus. (2007). Pijakan anyar jamur tiram. Jakarta: Trubus Swadaya. Hal. 21-27.

Wibowo, S. (2006). Budidaya bawang putih, bawang merah, bawang bombay. Penebar Swadaya. Jakarta. 201

Widodo. (2002). Kajian imbangan dosis pupuk NPK dan guano fosfat pada tanaman jagung baby corn. Skripsi. Fakultas Pertanian UMY. Yogyakarta.

Winarso, S. (2005). Kesuburan tanah:dasar kesehatan dan kualitas tanah. Gava media. Jogjakarta. 269

Yetti, H., & Elita, E. (2008). Penggunaan pupuk organik dan KCl pada tanaman bawang merah. Fakultas Pertanian Universitas Riau. ISSN 1412-4424 vol 7 no 1: 13-18


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats