Kajian Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kawista (Feronia Limonia (L.) Swingle)

Endang Dewi Murrinie, Untung Sudjianto, Is Faizah

Sari


Tanaman kawista adalah tanaman buah yang saat ini termasuk tanaman langka terancam punah, sehingga perlu upaya pelestarian dengan memperbanyak populasi tanaman. Salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan tanaman adalah ketersediaan benih berkualitas dalam jumlah cukup dan tepat waktu. Sampai saat ini teknologi penyimpanan benih kawista belum tersedia, sehingga dibutuhkan kajian penyimpanan benih agar benih tersedia saat dibutuhkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap viabilitas dan vigor benih kawista. Penelitian merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama suhu penyimpanan, terdiri 3 level, yaitu 25-30 °C (suhu kamar), 18-19 °C (suhu ruang ber- AC), dan 7-9 °C (suhu kulkas). Faktor kedua lama penyimpanan, terdiri 3 level, yaitu 1, 2, dan 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan Suhu penyimpanan berpengaruh terhadap kadar air benih kawista, semakin tinggi suhu penyimpanan menyebabkan kadar air semakin menurun. Lama penyimpanan berpengaruh terhadap kadar air benih, semakin lama benih disimpan menyebabkan kadar air semakin menurun. Tidak terdapat perbedaan perlakuan penyimpanan pada suhu 25-30 0C, suhu 18-19 0C dan suhu 7-9 0C sampai tiga bulan dengan tanpa penyimpanan terhadap viabilitas dan vigor benih kawista. Penyimpanan benih kawista pada suhu 25-30 0C (suhu kamar) dan 18-19 0C (suhu ruang ber-AC) memberikan viabilitas dan vigor lebih tinggi dibanding suhu 7-9 0C (suhu kulkas). Penyimpanan benih kawista selama dua bulan memberikan viabilitas dan vigor benih lebih tinggi dibandingkan penyimpanan satu dan tiga bulan. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk penyimpanan benih kawista dilakukan pada suhu 25-30 0C (suhu kamar) atau 18-19 0C (suhu ruang ber-AC) dengan lama penyimpanan tidak lebih dari dua bulan.

Kata Kunci


benih, kawista, viabilitas, vigor

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Copeland, L.O. & McDonald, M.B. (1985). Principles of seed science and technology. Burgess Publishing Company. Minneapolis, Minesota. 321p.

Intekhab, J., & Aslam, M. (2009). Constituents from Feronia Limonia. Analele Universităţii din Bucureşti–Chimie (serie nouă). 18 (2). 95–101.

Irawan, A. & Hidayah, H. N. (2019). Pengaruh kondisi dan periode simpan terhadap perkecambahan benih cempaka wasian (Magnolia tsiampaca (Miq.) Dandy). Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan 7(1). 55-65.

Jones, D.T. (1992). Edible fruits and nuts. In: E.W.M. Verheij & R.E. Coronel (Eds.). Plant Resources of South-East Asia 2: Prosea, Bogor, Indonesia.190-191.

Kartasapoetra, A.G. (2003). Teknologi benih: pembenihan benih dan tuntunan praktikum. Edisi Pertama. Rineka Cipta. Jakarta.187 p.

Murrinie, E.D. (2017). Kajian morfologis dan fisiologis pertumbuhan dan perkembangan benih kawista (Feronia Limonia (L.) Swingle). Disertasi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Murrinie, E. D., Yudono, P., Purwantoro, A., & Sulistyaningsih, E. (2017). Determination of physiological maturity of wood-apple (Feronia limonia (L) Swingle) Seed. Research on Crops 18 (4). 642-649.

Murrinie, E. D., Yudono, P., Purwantoro, A., & Sulistyaningsih, E. (2019). The effect of post-harvest maturation storage at different age fruit on seed germination and seedling growth of wood-apple (Feronia limonia (L.) Swingle). Asian J. Agric. Biol. Special Issue.196-204.

Orwa, C., Mutua, A., Kindt, R., Jamnadass, R., & Simons. A. (2009). Agroforestree database: a tree reference and selection guide version 4.0. Diakses dari http://www.worldagroforestry.org/af/treedb/.

Raka, I.G.N., Astiningsih, A.A.M., Nyana, I.D.N., & Siadi, I.K. (2012). Pengaruh dry heat treatment terhadap daya simpan benih cabai rawit (Capsicum frutescens l.). Jurnal Agric. Sci. And Biotechnol. 1(1). 1-11.

Schmidt, L. (2002). Pedoman penanganan benih tanaman hutan tropis dan sub tropis (terjemahan). Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Departemen Kehutanan. Jakarta. 503 p.

Sirisena J. A. (1998). Grafted sweet orange [Citrus sinensis (L.) Osbeck] influenced by variability in woodapple [Feronia limonia (L.) Swingle] Rootstock. J. Natn. Sci. Coun. Srilanka. 26 (3): 185-193.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian pendidikan, pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan r & d. Alfabeta. Bandung. p: 257.

Suita, E., & Ismiati, E. (2011). Pengaruh Ruang, Wadah dan Periode Simpan terhadap Perkecambahan Benih Kesambi (Schleichera oleosa Merr). Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan, 5(2): 63–72.

Sukesh & Chandrashekar, K.R. (2013). Effect of temperature on viability and biochemical changes during storage of recalcitarant seeds of Vatica chinensis L. International Journal of Botany 9(3): 73-79.

Sutopo, L. (2002). Teknologi benih. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 237 p.

Widiati, H. A. (2010). Prospek perbanyakan kawista secara in vitro. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 32 (5). 8-9.

Yudono, P. (2012). Perbenihan tanaman: dasar ilmu, teknologi dan pengelolaan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 308 p.

Yulistyarini, T., Ariyanti E. E., & Yulia, N. D. (2000). Jenis-jenis tanaman buah yang bermanfat untuk usaha konservasi lahan kering. Prosiding Seminar Sehari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Kebun Raya Bogor, 5 Nopember 2000. 40-47.

Yuniarti, N., Syamsuwida, D., & Aminah, A. (2013). Dampak Perubahan Fisiologi dan Biokimia Benih Eboni (Diospyros celebica Bakh.) selama Penyimpanan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 10 (2). 65-71.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats