Pengaruh Ekstrak Ragi dalam Menginduksi Tunas Krisan (Chrysanthemum indicum L.) Secara In Vitro

Naufal Walya Alfindra Lubis, Nilla Kristina, Yusniwati Yusniwati

Sari


Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September - Desember 2020 di Laboratorium Kultur Jaringan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ekstrak ragi yang paling efektif dalam mengiduksi tunas Krisan. Penelitian ini disusun dalam bentuk Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu konsentrasi ekstrak ragi yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 6, 8, dan 10%. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian ekstrak ragi memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada semua parameter pengamatan kecuali persentase eksplan hidup membentuk tunas, dimana konsentrasi 6% merupakan yang paling efektif untuk persentase eksplan hidup, jumlah tunas per eksplan dan konsentrasi 8% adalah yang paling efektif untuk tinggi tunas serta konsentrasi 0% yang paling cepat untuk waktu muncul tunas.

Kata Kunci


krisan, kultur jaringan, ekstrak ragi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Pusat Statistik (BPS). (2018). Statistik Tanaman Hias Indonesia. Jakarta: BPS.

Basri, Z. (2008). Multiplikasi empat varietas krisan melalui teknik kultur jaringan. Jurnal Agriland 15 (4): 271-277.

Damiska S, Wulandari, R. S., & Darwati H. (2015). Penambahan ragi dan ekstrak biji jagung terhadap pertumbuhan tunas manggis secara in-vitro. Jurnal Hutan Lestari 3 (1): 35-42.

Gunawan, L.W. (1992). Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan. Bogor: Depdikbud. Dirjen Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universitas Bioteknologi IPB. 165 hal.

Lestari, E. G. (2011). Peranan Zat Pengatur Tumbuh dalam Perbanyakan Tanaman Melalui Kultur Jaringan. Jurnal Agro Biogen. 7 (1): 63-68.

Marlina, A., Nopsagiatri, T., & Jamalludin. (2019). penggunaan berbagai konsentrasi ragi terhadap pertumbuhan subkultur jaringan manggis secara in vitro. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika 1 (2): 12- 18.

Maysarah, Wulandari. R. S, & Darwati H. (2012). Pertumbuhan eksplan manggis (Garcinia mangostana L.) secara in-vitro dengan air kelapa, ekstrak taoge, dan ragi. Jurnal Hutan Lestari 1 (1): 9-15.

Muhit, A. (2007). Teknik produksi tahap awal benih vegetatif krisan (Chrysanthemum morifolium R.). Buletin Teknik Pertanian 12 (1): 14-8.

Safitri. R. R. E, Wulandari R. S., & Darwati H. (2013). Penambahan ragi terhadap multiplikasi subkultur tunas manggis (Garcinia Mangostana L.) secara in vitro. Jurnal Hutan Lestari 1 (3): 336- 342.

Salisbury, F.B. & Ross, C.W. (1995). Fisiologi Tumbuhan Jilid 3. Bandung: Penerbit ITB. 167 hal.

Widiastoety, D., & Kartikaningrum. (2003). Pemanfaatan ekstrak ragi dalam kultur in vitro plantlet media anggrek. Jurnal Hortikultura 13 (2): 82-86.

Zulkarnain. (2009). Kultur Jaringan: Solusi Perbanyakan Tanaman. Jakarta: Bumi Aksara. 249.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats