Pengaruh Perendaman Zat Pengatur Tumbuh Alami pada Perkecambahan dan Pertumbuhan Bibit TSS Bawang Merah

Eddy Triharyanto, Trijono Djoko Sulistyo, Fauziah Kumalasari

Sari


Penggunaan benih TSS (True Shallots Seeds) memiliki kendala yaitu rendahnya daya kecambah benih serta rendahnya pertumbuhan awal saat persemaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi penggunaan bahan ZPT alami serta pengaruh lama perendaman sebagai sumber ZPT alami guna meningkatkan daya perkecambahan dan pertumbuhan bibit bawang merah asal TSS. Percobaan dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama bahan perendaman dengan tiga taraf yaitu ekstrak tauge, urin sapi, dan air kelapa. Faktor kedua adalah lama perendaman dengan tiga taraf yaitu 2 jam, 4 jam dan 6 jam dengan variabel peubah yaitu kecepatan tumbuh benih, daya kecambah, vigor benih, panjang akar, jumlah akar, panjang daun jumlah daun, berat segar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perendaman dalam bahan zat pengatur tumbuh alami dan lama perendaman terhadap komponen perkecambahan dan pertumbuhan bibit bawang merah (Allium cepa L. Aggregatum ) asal TSS. Semakin lama perendaman yang dilakukan dapat menurunkan vigor benih dan lama perendaman 2 jam lebih baik dibandingkan dengan lama perendaman 4 jam dan 6 jam. Perendaman menggunakan urin sapi meningkatkan panjang akar tanaman lebih baik  dibandingkan ekstrak tauge dan urin sapi.

Kata Kunci


daya kecambah, kecepatan kecambah, vigor benih

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adelina, E. (2009). Penentuan stadi kemasakan buah nangka toaya melalui kajian morfologi dan fisiologi benih. Media Litbang Sulteng 2(1):56-61

Ai, N.S., & Patricia, T. (2019). Karakteristik akar sebagai indikator kekurangan air pada tanaman. J Bioslogos 3(1): 31-39

Astuti, A.F., Hardjoko, D., & Rahayu, M. (2016) Kombinasi serat batang aren dan pasir merapi pada hidroponik substrat kailan. Agrosains 18(2): 50-56.

Baldwin, A.H., Kettenring, K.M., & Whigham, D.F. (2010). Seed banks of Phragmites Australis-dominated brackish wetlands: relationships to seed viability, inundation, and land cover. Aquatic Botany 93(3):163-169.

Basuki, R.S. (2009). Analisis kelayakan teknis dan ekonomis teknologi budidaya bawang merah dengan benih biji botani dan benih umbi tradisional. J Horts 19(2):214-227

Copeland, L.O., & Mc Donald, M.B. (2001). Principles of seed science and technology. Burgess Publishing Company. New York (US)

De Giorgi, J., Piskurewicz, U., Loubery, S., Utz-Pugin, A., Bailly, C., Mene-Saffrane, L. & Lopez-Molina, L. (2015). An endosperm-associated cuticle is required for Arabidopsis seed viability, dormancy and early control of germination. PLoS genetics, 11(12).

Firdaus, L.N., Wulandari, S., & Mulyeni, G.D. (2013). Pertumbuhan akar tanaman karet pada tanah bekas tambang bauksit dengan aplikasi bahan organik. Biogenesis 10(1): 53-64.

Fotouo-M H, Du Toit E.S., & Robbertse, P.J. (2015). Germination and ultrastructural studies of seeds produced by a fast-growing, drought-resistant tree: implications for its domestication and seed storage. AoB Plants, 7.

Hamidah, H.S., & Mukarlina, R.L. (2015). Kemampuan ekstrak daun sembung rambat (Mikania micrantha HBK) sebagai bioherbisida gulma Melastoma affine d. Don. Protobiont 4(1): 89-93

Haryadi D, Husna Y, & Sri Y. (2015). Pengaruh pemberian beberapa jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kailan (Brassica alboglabra L.). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau 2(2):1-10.

Haryanti, S., Hastuti, R.B., & Setiari, N. (2009). Pengaruh kolkisin terhadap pertumbuhan, ukuran sel metafase dan kandungan protein biji tanaman kacang hijau (Vigna radiata (L) Wilczek). Jurnal Penelitian Sains & Teknologi 10(2):112 – 120

Hernita, D., Poerwanto, R., & Susila, A.D. (2012). Penentuan status hara nitrogen pada bibit duku. J Hort 22(1):29-36.

Husnihuda, M.I. Rahayu, S.M. & Yulia, E.S. (2017). Respon pertumbuhan dan hasil kubis bunga (Brassica oleracea var. botrytis, L.) pada pemberian pgpr akar bambu dan komposisi media tanam. vigor: Jurnal Ilmu Pertanian Tropika Dan Subtropika 2(1):13-16.

Ibironke, O. A, & Victor, O. O. (2016). Effect of media and growth hormones on the rooting of queen of philippines (Mussaenda philippica). Journal of Horticulture:1-5.

Ichsan, C.N.I.N, Hereri, A.I., & Budiarti, L. (2013). Kajian warna buah dan ukuran benih terhadap viabilitas benih kopi Arabika (Coffea arabica L.) varietas Gayo 1. Jurnal Floratek 8(2): 110-117.

Juairiah L. (2014). Studi karakteristik stomata beberapa jenis tanaman revegetasi di lahan pascapenambangan timah di bangka. Widyariset, 17(2): 213-217.

Karimah, A., Setyastuti, P., & Rohlan, R. (2013). Kajian perendaman rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) dalam urin sapi dan air kelapa untuk mempercepat pertunasan. Vegetalika 2(2):1-6

Lesilolo, M.K., Riry, J., & Matatula, E.A. (2013). Pengujian viabilitas dan vigor benih beberapa jenis tanaman yang beredar di pasaran kota Ambon. Agrologia 2(1):1-9.

Lestari, E.G. (2011). Peranan zat pengatur tumbuh dalam perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan. Jurnal AgroBiogen 7(1): 63-68.

Ling, A.P.K., Tan, K.P., & Hussein, S. (2013). Comparative effects of plant growth regulators on leaf and stem explants of Labisia pumila var. alata. Journal of Zhejiang University Science 14(7):621-631.

Milošević, M., Vujaković, M., & Karagić, Đ. (2010). Vigour tests as indicators of seed viability. Genetika 42(1): 103-118.

Mufarihin, A., Lukiwati, D.R., & Sutarno S. (2012). Pertumbuhan dan bobot bahan kering rumput gajah dan rumput raja pada perlakuan aras auksin yang berbeda. Animal Agriculture Journal.1(2):1-15.

Muslimah, Y., Iwandikasyah, P., & Ledy, D. (2016). Pengaruh jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh organik terhadap pertumbuhan stek lada (Piper nigrum L.). Jurnal Agrotek Lestari 2(2):27-36.

Mutryarny, E., & Lidar, S. (2018). Respon tanaman pakcoy (Brassica rapa L) akibat pemberian zat pengatur tumbuh hormonik. Jurnal Ilmiah Pertanian 14(2): 29-34.

Nasution, L.W., Barus, A., & Mawarni, L. (2014). Perkecambahan dan pertumbuhan bibit biwa (Eriobotrya japonica Lindl.) akibat perendaman pada urin hewan dan pemotongan benih. Agroekoteknologi 2(4):1367- 1375.

Nurlaeni Y, & Muhammad SI. (2015). Respon stek pucuk Camelia japonica terhadap pemberian Zat Pengatur Tumbuh organik. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversifikasi Indonesia 1(5):1211-1215.

Nurussintani W, Damanhuri D, & Purnamaningsih SL. (2013). Perlakuan pematahan dormansi terhadap daya tumbuh benih 3 varietas kacang tanah (Arachis hypogaea). Jurnal Produksi Tanaman 1(1):86-93.

Paramita G, Indradewa D, & Waluyo S. (2014). Pertumbuhan bibit tujuh klon teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze) PGL dengan pemberian bahan mengandung hormon tumbuh alami. Vegetalika 3(2):1-12

Parmoon G, Ebadi A, & Jahanbakhsh S. (2013). The effect of seed priming and accelerated aging on germination and physiochemical changes in milk thistle (Silybum marianum). Notulae Scientia Biologicae 5(2): 204-211. doi:10.15835/nsb529017

Pollock, B.M. (1972). Effect of environment after sowing on viability. In Roberts EH(eD) . Viability of seeds. London (EN) : Chapman and Hall LTD.

Riskiyah J, Ardian A, & Adiwirman A. (2014). Uji Volume Air Pada Berbagai Varietas Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) (Doctoral dissertation, Riau University).

Rita S, & Mukarlina R.L. (2017). Respon pertumbuhan tunas lidah buaya (Aloe barbadensis Mill.) dengan penambahan ekstrak taoge dan bap (Benzyl Amino Purine). Protobiont 6(3):142 – 146.

Rose RJ, Wang XD, & Nolan KE (2006). Root meristems in Medicago truncatula tissue culture arise from vascular-derived procambial-like cells in a process regulated by ethylene. Journal of Experimental Botany 57(10):2227-2235.

Rusdiana O, Fakuara Y, & Kusmana C. (2000). Respon pertumbuhan akar tanaman sengon (Paraserianthes falcataria) terhadap kepadatan dan kandungan air tanah podsolik merah kuning. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 6(2):43-53

Saraswathi T, Sathiyamurthy V.A., & Tamilselvi, N.A. (2017). Review on aggregatum onion (Allium cepa L. var. aggregatum Don.). Int. J. Curr. Microbiol. App. Sci 6(4):1649-1667.

Setiawati T, Maulidiyah, & Mohamad N (2018). Pengaruh kombinasi konsentrasi pupuk daun bayfolan dan ekstrak kecambah kacang hijau/ tauge (Vigna radiataL.) terhadap pertumbuhan tanaman buncis tegak (Phaseolus vulgaris[L.] cv. Balitsa 2). Jurnal EduMatSains 2(2):171-188.

Shaban M. (2013). Study on some aspects of seed viability and vigor. International Journal of Advanced Biological and Biomedical Research 1(12): 1692-1697.

Soedomo, R. P. (2006). Pengaruh jenis kemasan dan daya simpan umbi bibit bawang merah terhadap pertumbuhandan hasil di lapangan. J. Hort (16)3:188-196

Sulistiyorini I, Ibrahim M.S.D, & Syafaruddin S. (2012). Penggunaan air kelapa dan beberapa auksin untuk induksi multiplikasi tunas dan perakaran lada secara in vitro. Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar 3(3):231-238.

Sumarni N, Gunaeni N, & Putrasamedja S. (2013). Pengaruh varietas dan cara aplikasi GA3 terhadap pembungaan dan hasil biji bawang merah di dataran tinggi Sulawesi Selatan. Jurnal Hortikultura 23(2): 153-163.

Tiwery, R.R. (2014). Pengaruh penggunaan air kelapa (Cocos nucifera) terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.). Biopendix 1(1):86-94

Triharyanto E, & Purnomo D. (2014). Study of viability and seed structure of shallot. Journal of Agricultural Science and Technology 4(2B):121-125

Ulfa, F., Sengin E. L., & Baharuddin B. (2015). Potential of plant extracts as growth exogenous regulators of potato seeds. International Journal of Agriculture System 1(2):98-103.

Umar, S. (2012). Pengaruh pemberian bahan organik terhadap daya simpan benih kedelai (Glycine max L. Merr.). Berita Biologi. 11(3): 401-410.

Vejan P, Abdullah R, & Khadiran T. (2016). Role of plant growth promoting rhizobacteria in agricultural sustainability—a review. Molecules, 21(5): 573-590

Wati, Y.T., Nurlaelih, E.E. & Santoso M. (2014). Pengaruh aplikasi biourin pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Produksi Tanaman 2(8):613 – 619

Widodo, W.D., Poerwanto, R., & Sumarni, N. (2011). Teknologi True Shallot Seed (TSS) sebagai bahan tanam untuk meningkatkan produktivitas bawang merah. Hasil Penel. Ristek.

Wulananggraeni, R., Damanhuri, D., & Purnamaningsih, S.L. (2016). Pengaruh perbedaan tingkat kemasakan buah pada 3 genotip mentimun (Cucumis sativus L.) terhadap kualitas benih. Jurnal Produksi Tanaman 4(5):332-341.

Yudianto, A. A, Fajriani, S., & Aini, N. (2015). Pengaruh jarak tanam dan frekuensi pembumbunan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman garut (Marantha arundinaceae L.). Jurnal Produksi Tanaman 3(3):172-181


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats