Efektivitas Aplikasi Biochar Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tiga Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

Devi Andriani Luta

Sari


Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi, dimana bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian khususnya di Provinsi Sumatera Utara, dalam meningkatkan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan perbaikan teknik budidaya yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi biochar terhadap pertumbuhan dan produksi tiga varietas bawang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu varietas (bima, super philip dan medan lokal samosir) dan biochar (0 g/plot, 400 g/plot dan 800 g/plot). Parameter yang diamati yaitu panjang daun (cm), bobot basah umbi per plot (g) dan bobot kering umbi per plot (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar dengan dosis 800 g/plot lebih baik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah.  Varietas bima menghasilkan pertumbuhan panjang daun tertinggi untuk pertumbuhan tanaman dibandingkan varietas Super Philip dan Medan Lokal Samosir namun produksi varietas Super Philip menghasilkan bobot basah umbi perplot dan bobot kering umbi per plot tertinggi dibanding varietas Bima dan Medan Lokal Samosir.

Kata Kunci


Bawang merah, Biochar, Pertumbuhan, Produksi, Varietas, Bawang merah

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Allard, R. W. (2005). Priciples of plant breeding. Jhon Wiley and Sons. New York.

Aqlima, B.S. Purwoko, S.H. Hidayat, D.Dinarti. (2017). Eliminasi onion yellow dwarf virus melalui kultur meristem tip pada bawang merah (Allium ascalonicum L.). J. Hort. Indonesia.8(1): 22-30.

[Balitbangtan] Badan Litbang Pertanian. (2006). Prospek dan arah pengembangan agribisnis bawang merah. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.

BPS. (2015). Sumatera Utara dalam Angka. Badan Pusat Statistik. Provinsi Sumatera Utara, Medan. http:www.bps.go.id

Damanik, M. M. B, Bachtiar, E. H. Fauzi, Sarifuddin, & Hamidah, H., (2010). Kesuburan Tanah dan Pemupukan. USU Press. Medan.

Fauziah, R., Susila, A.D., & Sulistyono, E. (2016). Budidaya bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada lahan kering menggunakan irigasi sprinkler pada berbagai volume dan frekuensi. J. Hort. Indonesia.7(1): 1-8.

Fraser, B. (2010). High-tech charcoal fights climate change. Environ. Sci.Technol. 548.

Luta, D. A, Siregar, M, & Ismail, D.. (2019). Peningkatan tanaman akibat aplikasi pembenah tanah terhadap beberapa varietas bawang merah. Jurnal Agrium. 22 (1).

Nurida, N. L. 2014. Potensi pemanfaatan biochar untuk rehabilitasi lahan kering di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan. :57-68.

Glaser. B., Haumaier, L., Guggenberger, G. & Zech, W (2001). The Terra Preta phenolmenon – A model for sustainable agriculture in the humid tropics, Naturwissenschaften 88: 37-41.

Keputusan Menteri Pertanian. (2000). Deskripsi bawang merah varietas super Philip.

Lehmann, Gaunt, J., & Rondon, M. (2006). Biochar soil management on highly weathered soils in the humid tropics. p: 517-530 InBiological Approaches to Sustainable Soil Systems (Norman Uphoff et al Eds.). Taylor & Francis Group PO Box 409267 Atlanta, GA 30384-9267.

Lehmann, J, J.P. da Silva Jr, C. Steiner, T. T. Nehls, W. Zech & B. Glaser. (2003). Nutrient availability and leaching in an archaeological Anthrosol and a Ferralsol of the Central Amazon basin: fertilizer, manure and charcoal amendments. Plant and Soil 249:343-357.

Ramija, KE, Chairuman, N, & Harnowo, D. Keragaan dan Pertumbuhan Komponen Hasil dan Produksi Tiga Varietas Padi Unggul Baru di Lokasi Primatani Kabupaten Mandailing Natal. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 13 (1) : 42-51.

Septiani, D. (2012). Pengaruh pemberian arang sekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens). Seminar Program Studi Hortikultura, Politeknik Negeri Lampung. Lampung.

Sitompul, S, M & Guritno, B. (1995). Analisis pertumbuhan tanaman. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Steiner, C. (2007). Soil charcoal amendments maintain soil fertility and establish carbon sink-research and prospects. Soil Ecology Res Dev, 1-6.

Subandi, I. M. (1990). Pemeliharaan dan teknologi peningkatan produksi jagung di Indonesia. Balitbang Tanaman. Departemen Pertanian. Jakarta.

Sumarni, N. & Hidayat, A. (2005). Panduan Teknis Budidaya Bawang Merah. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Lembang.

Suwandi & Sartono, P. (1996). Varietas bawang merah di Indonesia. Monograf 5. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. ISBN : 979 : 8304-07-01

Zahra, S. (2011). Aplikasi pupuk bokashi dan NPK organik pada tanah ultisol untuk tanaman padi sawah dengan sistem SRI (System of Rice Intensification). Jurnal Ilmu Lingkungan, 5(2):114-129.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats