[Teknik Penyimpanan Biji Sorgum dalam Pengendalian Kontaminasi Mikotoksin]: Review

Deliana P Agriawati, Muainah Muainah, Nurmalia Nurmalia, Hendrik F Purba, Tommy Purba

Sari


Sorgum (Sorghum bicolor L.) merupakan serealia yang memiliki kandungan gizi dan sifat fungsional yang berpotensi sebagai bahan pangan harapan selain beras dan jagung. Sorgum sebagaimana serealia lainnya memiliki risiko kontaminasi mikotoksin yang dapat ditimbulkan mulai dari pra panen hingga penyimpanan. Tulisan ini memiliki tujuan yaitu untuk mengulas mikotoksin pada biji sorgum dan teknik penyimpanan yang mengurangi kontaminasi mikotoksin, serta pemanfaatan pestisida nabati untuk mencegah kontaminasi mikotoksin. Aflatoksin, fumonisin, dan ZEN adalah mikotoksin yang dihasilkan dari jamur dan umum ditemukan pada biji sorgum. Pada konsentrasi tertentu, kontaminasi aflaktoksin dapat menyebabkan keracunan akut dan kronis. Teknik penyimpanan yang terkendali (waktu, suhu, kelembaban, media, kadar air biji) dengan pemantauan berkala mampu mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh kontaminasi mikotoksin. Aplikasi minyak atsiri sebagai pestisida nabati dilakukan sebelum penyimpanan sebagai upaya pencegahan timbulnya cendawan penghasil mikotoksin.

Kata Kunci


Sorgum, Mikotoksin, Penyimpanan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adistya, R. (2006). Kajian nasi sorgum sebagai pangan fungsional. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Atanda, O. O., Akpan, I., & Oluwafemi, F. (2007). The potential of some spice essential oils in the control of A. parasiticus CFR 223 and aflatoxin production. Food control, 18(5): 601-607.

Atanda, S. A., Pessu, P. O., Agoda, S., Isong, I. U., Adekalu, O. A., Echendu, M. A. (2011). Fungi and mycotoxins in stored foods. African Journal of Microbiology Research, 5(25): 4373-4382.

Beta, T., Chisi, M., & Monyo, E. S. (2016). Sorghum: Harvest, Storage, and Transport. Encyclopedia of Food Grains, Second Edition.

Beta, T., & Ndolo, V. U. (2019). Postharvest technologies. In Sorghum and Millets. AACC International Press. pp. 69-84.

de Oliveira, K. G., Queiroz, V. A. V., de Almeida Carlos, L., de Morais Cardoso, L., Pinheiro-Sant’Ana, H. M., Anunciação, P. C., de Menezes, C.B., da Silva, E.C. & Barros, F. (2017). Effect of the storage time and temperature on phenolic compounds of sorghum grain and flour. Food Chemistry. 216: 390-398.

EL-Dahab, M. A., El-Ward, A., Ibrahim, A., & Yousof, F. I. (2016). Effect of some plant extracts on seed viability and seed borne fungi of sorghum seed during storage periods. Research Article

Kabak, B., Dobson, A. D., & Var, I. (2006). Strategies to prevent mycotoxin contamination of food and animal feed: A review. Critical Reviews in Food Science and Nutrition, 46(8): 593-619.

Komala, V. V., Ratnavathi, C. V., Kumar, B. V., & Das, I. K. (2012). Inhibition of aflatoxin B1 production by an antifungal component, eugenol in stored sorghum grains. Food Control, 26(1): 139-146.

Leslie, J. F. (2014). 20 mycotoxins in the sorghum grain chain. In Mycotoxin reduction in grain chains (p. 282).

Mannaa, M., & Kim, K. D. (2017). Influence of temperature and water activity on deleterious fungi and mycotoxin production during grain storage. Mycobiology, 45(4): 240-254.

Maryam, R. (2006). Integrated Control Sytems of Mycotoxin Contamination. Wartazoa. Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences, 16(1): 21-30.

Majeed, S., M. Iqbal, M. R. Asi, & S. Z. Iqbal. (2013). Aflatoxin and ochratoxin A contamination in rice, corn and corn products from Punjab, Pakistan. Journal of Cereal Science 58: 446–450.

Noviasari, S., Kusnandar, F., Setiyono, A., & Budijanto, S. (2015). Beras analog sebagai pangan fungsional dengan indeks glikemik rendah. Jurnal Gizi dan Pangan, 10(3): 225-232.

Putri, D. A. (2019). Optimasi aktivitas antioksidan dari formulasi minuman fungsional dengan pemanfaatan limbah dedak sorgum coklat (Sorghum Bicolor) dan penambahan jahe merah serta pandan wangi menggunakan response surface methodology (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).

Reddy, K. R. N., Raghavender, C. R., Reddy, B. N., & Salleh, B. (2010). Biological control of Aspergillus flavus growth and subsequent aflatoxin B1 production in sorghum grains. African Journal of Biotechnology, 9(27), 4247-4250.

Rembold, F., Hodges, R., Bernard, M., Knipschild, H., & Léo, O. (2011). The African postharvest losses information system (APHLIS). European Union, Luxembourg.

Widowati, S. (2010). Karakteristik mutu gizi dan diversifikasi pangan berbasis sorgum (Sorghum vulgare). Jurnal Pangan, 19(4): 373-382.

Wokorach, G., Landschoot, S., Anena, J., Audenaert, K., Echodu, R., & Haesaert, G. (2021). Mycotoxin profile of staple grains in northern Uganda: Understanding the level of human exposure and potential risks. Food Control, 122:107813.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats