Pengaruh Pupuk NPK Majemuk dan Pupuk Hayati (Biofertilizer) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis Varietas Sweetboy

Darso Sugiono, Sugiarto Sugiarto

Sari


Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus tanpa diimbangi oleh pupuk organik akan memberikan dampak negatif pada lingkungan, seperti menurunnya kandungan bahan organik tanah, permeabilitas tanah, populasi mikroba tanah dan menyebabkan tanah rentan terhadap erosi. Pupuk hayati merupakan zat yang mengandung mikroorganisme hidup yang bila diterapkan pada benih, permukaan tanaman, atau tanah serta saat pertumbuhan tanaman dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi utama untuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk NPK majemuk dan pupuk hayati (Biofertilizer) yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis varietas Sweetboy. Penelitian dilaksanakan di lahan kering di Desa Kondang Jaya Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang dari bulan November 2019-Januari 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan, perlakuan terdiri dari A (0 kg/ha NPK majemuk + 0 kg/ha pupuk hayati), B (400 kg/ha NPK majemuk + 0 kg/ha pupuk hayati), C (300 kg/ha NPK majemuk + 50 kg/ha pupuk hayati), D (400 kg/ha NPK majemuk + 50 kg/ha pupuk hayati), E (300 kg/ha NPK majemuk + 75 kg/ha pupuk hayati), F (350 kg/ha NPK majemuk + 75 kg/ha pupuk hayati), G (300 kg/ha NPK majemuk + 100 kg/ha pupuk hayati) dan H (350 kg/ha NPK majemuk + 100 kg/ha pupuk hayati). Hasil percobaan menunjukkan pemberian kombinasi pupuk NPK majemuk dan pupuk hayati menunjukkan pengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan, komponen hasil dan hasil tanaman jagung manis. Perlakuan G dengan pemberian 100 kg/ha NPK majemuk + 100 kg/ha pupuk hayati memberikan hasil tertinggi terhadap komponen pertumbuhan, komponen hasil dan hasil dengan mencapai 42538,75 g/petak setara dengan 17,31 ton/ha.

Kata Kunci


Tanah, Nutrisi, Organik, Anorganik, Jagung

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ashari, S. (1995). Hortikultura : Aspek budidaya. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta. 485 hal

Asnidar. (2011). Pengaruh pemberian pupuk supertani dan pupuk bokhasi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kol bunga. Fakultas Pertanian. Universitas Abulyatama

Isnaini, M. (2006). Pertanian organik, untuk keuntungan ekonomi dan kelestarian bumi. Kreasi Wacana. Yogyakarta.

Kartasapoetra, A.G. & Sutedjo, M. M. 2010. Teknologi Konservasi Tanah dan Air. Rineka Cipta. Jakarta.

Kriswantoro, Haris, Safriyani, Etty & Syamsul B. (2016). Pemberian pupuk organik dan pupuk NPK pada tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt). Jurnal Klorofil. 11-1:1

Mapegau. (2010). Pengaruh pemupukan N dan P terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains. 33 – 36.

Mulyani, E. (2009). Konsumsi kalsium dan faktor – faktor yang berhubungan dengan konsumsi kalsium pada remaja di SMP negeri 201 Jakarta Barat tahun 2009. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Prasetyo, M. (2016). Aplikasi biochar sekam padi dan kompos ampas tahu terhadap pertumbnuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt.) Fakultas Pertanian. Universitas Abulyatama

Rahmah, A. (2014). Pengaruh pupuk organik cair berbahan dasar limbah sawi putih (Brassica chinensis L.) terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis (Zea mays L. var. Saccharata). Buletin Anatomi dan Fisiologi. 22(1).

Rahman, M. W., (2013). Pertumbuhan dan produksi kacang hijau melalui pemberian pupuk phonska. UNG, Gorontalo.

Retno & Darminanti S. (2009). Pengaruh dosis kompos dengan stimulator tricoderma terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.).varietas pioner – 11 pada lahan kering. Jurnal BIOMA. 11. (2): 69 -75.

Rima. P,. Busyra. B.S,. Hendri. P., & Syafri. E., (2012). Kajian pemanfaatan kompos tandan kosong kelapa sawit sebagai subsitusi pupuk kalium mendukung pertanian sayuran organik di Provinsi Jambi. Kementerian Riset dan Teknologi. Laporan Akhir Insentif Peningkatan Peneliti Dan Perekayasa. 29

Simanungkalit, & Suriadikarta. (2006). Pupuk organik dan pupuk hayati organic (vertilizer and biofertilizer). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor:

Sutejo, M. (2002). Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta

Sriwahyuni, Putu & Putu Parmila. (2019). Peran Bioteknologi dalam Pembuatan Pupuk Hayati. Jurnal Agro Bali (Agricultural Journal). 2 :46-57


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats