Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi untuk Pakan Ternak di Desa Catur, Kecamatan Kintamani-Bangli

I Dewa Nyoman Sudita, I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya, Ni Luh Adelia Darmaprakerti, Ida Bagus Made Purnama Santika

Abstract


Kulit kopi merupakan salah satu jenis limbah pertanian dari industri pengolahan kopi, yang
ketersediaannya sangat banyak di Indonesia. Terdapat 2 jenis kopi yaitu kopi arabica dan kopi
robusta, masing-masing dibudidayakan oleh masyarakat sesuai dengan kondisi geografis wilayah.
Di Bali kopi robusta banyak dibudidayakan didaerah Tabanan, sedangkan kopi arabica banyak
dibudidayakan di daerah Bangli khususnya di Kintamani yang telah memiliki sertifikat Spesifikasi
Indikasi Geografis (SIG) karena cita rasanya yang sangat baik dan telah terkenal di manca negara.
Salah satu masalah yang dihadapi masyarakat dan pengolah kopi adalah limbah kulit kopi belum
dimanfaatkan dan cendrung mengganggu lingkungan. Tujuan dari kegiatan pengabdian
masyarakat ini adalah memberikan alih tehnologi pengolahan limbah kulit kopi menjadi pakan
ternak, sehingga dapat bermanfaat sekaligus dapat meningkatkan produktivitas ternak. Metode
yang digunakan dalam kegiatan masyarakat ini adalah penyuluhan, diskusi dan tanya jawab, dan
praktik pembuatan. Dalam penyuluhan diberikan teori dan penggunaan beberapa jenis probiotik
yaitu : EM-4, Bio Bali Tani, MOL kopi, dan Aspergilus niger. Dalam praktik pembuatan dimulai
dari pembuatan larutan fermentor untuk 1 ton bahan kulit kopi dengan perbandingan 10 lt air +
1lt probiotik + 1 lt molase, kemudian dicampurkan dalam bahan pakan secara merata. Hasil
kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa proses fermentasi dapat berjalan dengan baik, serta
dapat direkomendasikan kepada kelompok bahwa penggunaan probiotik mikro organisme local
(MOL) dari kulit kopi dapat diterapkan dan hasilnya paling baik. Dilakukan proses fermentasi
selama 2 minggu, kemudian dikering anginkan untuk bisa diberikan pada ternak. Untuk
meyakinkan anggota kelompok, maka akhir dari kegiatan dilakukan uji coba pada ternak, untuk
mengetahui tingkat konsumsinya.

Keywords


limbah kulit kopi, probiotik, fermentasi, konsumsi ternak

Full Text:

PDF

References


BPS Kabupaten Bangli. 2020. Kecamatan Kintamani Dalam Angka 2020. Badan Pusat

Statistik Kabupaten Bangli.

BPS Provinsi Bali. 2020. Produksi Kopi Arabika Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Bali

(Ton), 2018-2020. Badan Pusat Statistik Provinsi Bali.

Wamuyu, K.A., K. Richard, M. Beatrice, dan K. Cecilia.2017. Effect of Different

Fermentation Methods on Physicochemical Composition and Sensory Quality of Coffee

(Coffea arabica),” IOSR J. Environ. Sci. Toxicol. Food Technol.11 (06): 31–36, doi:

9790/2402-1106023136.

Suhandy, D. and Yulia, M. (2018) ‘The potential of UV-visible spectroscopy and

chemometrics for determination of geographic origin of three specialty coffees in Indonesia’,

AIP Conference Proceedings, 2021(2018). doi: 10.1063/1.5062745.

Salamanca AN, Dwisasanti JR, Turner-Walker S. 2013. Assessment ofadaptation needs,

policies and priorities: cases from Indonesian islands. Adaptation Knowledge Platform,

Partner Report Series No.11. Bangkok (TH): Stockholm Environment Institute.

Suharto,M. 2004. Dukungan Teknologi Pakan Dalam Usaha Sapi Potong Berbasis Sumber

Daya Lokal. Makalah Lokakarya Nasional Sapi Potong, Surakarta.

Wanapat, M., S. Kang, S. Polyorach. 2013. Development of feeding syatem and strategies of

supplementation to enhance rumen fermentation and ruminant production in the tropic.

Journal of Animal Science and Biotecnology. http://www.jasbsci.com/content/4/1/32.

Accepted: 21 Agustus 2013.

Briceno-Poot,E.G., A. Ruiz-Gonzales, A.J. Chay-Canul, A.J. Ayala-Burgos. 2012. Voluntary

intake, apparent digestibility and prediction of methane production by rumen stoichiometry in

sheep fed pods of tropical legume.

Suporahardjo. 2005. Manajemen Kolaborasi. Pustaka LATIN. Bogor.