Strategi Pengembangan Usaha Tanaman Obat Keluarga melalui Digital Marketing Guna Mewujudkan Produk Unggul Desa yang Berdaya Saing

Ahmad Musthofa Anshori, Khanif Irsyad Fahmi, Nugroho Hasan, Puspita Annisa Utami, Sabrina Ayu Novita, Yasmin Suci Tazkiatunnufus, Aisyah Taqiyyah Fa'izah, Angelo Di Lorenzo, Darmawan Didi Candra, Dhian Enggal Widyastuti, Khairum Bannaati Ahmad, Maheswari Candraningtyas, Muhamad Maulana Khasani, Muhammad Zakaria, Siti Arlinda Nurhidayati, Rysca Indreswari, Mei Tri Sundari

Abstract


Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Desa Ngunut merupakan kelompok yang bergerak di bidang budidaya dan pengolahan tanaman obat keluarga (toga). Kelompok ini beranggotakan para kader penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga berjumlah 20 orang. Kelompok UPPKS Desa Ngunut telah melakukan produksi olahan toga sejak tahun 2016, tetapi value proposition produk masih rendah karena belum ada usaha pengembangan lebih lanjut sehingga keberjalanan usaha selama ini masih berlangsung bergantung pada ketua kelompok. Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usaha tanaman obat keluarga melalui digital marketing sehingga jangkauan pemasaran produk dapat lebih luas. Metode pemberdayaan yang digunakan yaitu participatory rural appraisal dengan tahapan (1) identifikasi potensi masalah dan kebutuhan masyarakat, (2) penyelarasan dengan program Desa Ngunut, (3) penyusunan program bersama masyarakat (4) pelaksanaan program, dan (5) monitoring dan evaluasi program. Hasil pengabdian masyarakat untuk pengembangan usaha tanaman obat keluarga meliputi kegiatan diversifikasi produk, perbaikan kemasan, pendaftaran merek dan P-IRT, pelatihan digital marketing, penggunaan sosial media dan marketplace untuk pemasaran, dan scale up kelembagaan. Berbagai strategi ini digunakan untuk mewujudkan produk unggulan desa yang memiliki daya saing. Kegiatan pengembangan ini memberikan dampak terhadap (1) volume penjualan mengalami kenaikan dari 15 kg setiap minggu menjadi 30 kg setiap minggu, dan (2) peningkatan pendapatan masyarakat menjadi 2 kali lipat setiap minggu.

Keywords


strategi, tanaman obat keluarga, digital marketing

Full Text:

PDF

References


Chaffey, D. and Ellis-Chadwick, F. 2016. Digital Marketing: Strategy, Implementation, and Practice. Pearson.

Hasmawati, F. 2018. EKONOMI KERAKYATAN BERBASIS POTENSI LOKAL. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat. https://doi.org/10.37064/jpm.v6i1.4986

Putra, A. G. P. H., Putri, A. A., Damayanti, A., Hakim, W. L., Salsabila, W. N., dan Akbarita, R. 2021. Manajemen Pemasaran Sayuran Hidroponik di Desa Sidodadi Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. ETHOS: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat. https://doi.org/10.29313/ethos.v9i2.7028

Sulaiman, A. I., Sugito, T., dan Sabiq, A. 2017. Komunikasi Pembangunan Partisipatif untuk Pemberdayaan Buruh Migran. Jurnal ILMU KOMUNIKASI. https://doi.org/10.24002/jik.v13i2.734

Syamsul, Mediansyah, A. R., dan Pakaya, S. 2019. Program UPPKS Kampung KB Kelurahan Dulalowo Kota Gorontalo ). Jurnal Economic Resources, 2(2), 76–86.