Pemanfaatan Benalu Teh untuk Usaha Produktif Masyarakat Tanen, Kemuning, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar

Bambang Pujiasmanto, Supriyono Supriyono, Ida Rumia Manurung, Desy Setyaningrum

Abstract


Scurrula oortianam merupakan salah satu tumbuhan benalu yang dimenumpang pada tanaman teh. Kemuning, Karanganyar terkenal dengan obyek wisata kebun teh dengan memiliki kebun teh seluas 1.430 Ha. Kebuh teh di Tanen, Kemuning terletak pada 7°35'57"S 111°6'58"E dan ditemukan tumbuhan Scurrula oortianam dengan ketersediaan sangat banyak. Tumbuhan tersebut memiliki potensi sebagai obat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu mengoptimalkan masyarakat Desa Tanen, Jenawi, Karanganyar dalam memanfaatkan benalu teh sebagai teh yang berpotensi obat. Benalu Teh ini diambil dari pohon teh yang sudah tua dan telah dibudidayakan secara kontinyu sejak tahun 1992. Lokasi tumbuh benalu ini berada di habitat yang alami yaitu di daerah dataran tinggi kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah dengan ketinggian (+/-) 1200 mdpl. Ketinggian pohon mencapai rata-rata 15 m. Benalu Teh mengandung senyawa flavonoid yang disebut Quersitrin dan sari zat Epigallocatechin galat yang diserap dari pohon teh, yang sangat ampuh menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel kanker, juga sebagai anti oksidan (penyerap racun) dan mengontrol kadar kolesterol dalam darah. Pemilihan benalu menjadi produk teh menjadi salah satu solusi dalam mengoptimalkan benalu yang menjadi tanaman pengganggu pada teh agar dapat menjadi produk bermutu dan tentunya sehat untuk dikonsumsi masyarakat. Pemberdayaan dengan masyarakat Tanen ditujukan untuk mengoptimalkan sumber daya manusia serta meningkatkan nilai ekonomi warga Tanen agar lebih produktif dan dapat mengoptimalkan potensi akan benalu teh. Harapannya melalui kegiatan ini dapat memfasilitasi keberlanjutan dari program di Dusun Tanen terutama pendampingan agar lebih mandiri dalam pengolahan benalu teh.

Keywords


benalu teh, Kemuning, Dusun Tanen

Full Text:

PDF

References


Anonim. (2021). Profil Desa-Desa Tanen. Retrieved November 21, 2021, from diedit.com: http://tanen.tulungagungdaring.id/profil.

Masuda T., J. Isobe, A. Jitoe & N. Nakatami. (1992). Antioxidative Curcuminoids from Rhizomes of Curcuma Xanthorrhiza. Phytochemistry. Vol. 31, No. 10, 36453647.

Sasmito, Darsono, Zainul, K., Matrozi, 2001, Kemampuan Fraksi Air dan Fraksi Etil Asetat Daun Benalu Petai Dendrophtoe petandra (L) Miq Melarutkan Batu Ginjal Galsium In Vitro yang Diuji dengan Metode Aktivasi Neutron Cepat, Majalah Farmasi Indonesia, 12 (14) 186-193.

Trilaksani, W. 2003. Antioksidan: Jenis, Sumber, Mekanisme Kerja dan Peran Terhadap Kesehatan. Disertasi S3: Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Waji, R. A. dan Sugrani, A. 2009. Makalah Kimia Organik Bahan Alam Flavonoid (Quercetin). Makasar: Universitas Hasanuddin.