Penyuluhan Pembuatan Mikro Organisme Lokal dari Nasi Bekas pada Anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Genengadal, Kec. Toroh Kab. Grobogan

Sutrisno Hadi Purnomo, Lintang Fajar Nursayekti, Aan Winandi, Catur Ristiyanti, Hutomo Jati, Muhammad Ilham Rizkiawan, Nissabilia Tita Ummayah, Okta Verna Dwi Handayani, Ulfatin Mudawamah

Abstract


Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan cara
pembuatan MOL dari nasi bekas kepada masyarakat Desa Genengadal melalui para anggota
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Genengadal. Kegiatan pengabdian ini
dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan dengan mempraktekan cara membuat MOL dari
nasi bekas dan mengobservasi secara tidak struktur pada saat sesi tanya jawab untuk
mengetahui pengetahuan peserta setelah dilakukannya penyuluhan. Hasil dari demonstrasi
pada saat penyuluhan pembuatan Mikro Organisme Lokal dari nasi bekas dinyatakan berhasil
karena telah memenuhi tiga indikator yaitu bau seperti tapai, warna menjadi putih keruh, dan
pH dikisaran 4 dan hal tersebut masuk ke kategori baik. Sedangkan dampak pengetahuan
peserta setelah dilakukannya demonstrasi pembuatan MOL tersebut, 1. Pemahaman dari
peserta penyuluhan dinyatakan paham, tertarik dan ingin segera mengimplementasikan
pengetahuan tersebut. Karena selain menjelaskan, para mahasiswa juga menggunakan
volunteer dari peserta penyuluhan dan tidak lupa memberikan contoh MOL dari nasi bekas
yang sebelumnya telah dibuat. Kesimpulannya penyuluhan pembuatan Mikro Organisme
Lokal dari nasi bekas dinyatakan berhasil memberikan pengetahuan dan pilihan bagi
masyarakat dalam mengolah kesuburan tanah. Karena sebelumnya masyarakat telah memiliki
opsi berupa penggunaan pupuk kimia yang pastinya tidak ramah lingkungan dan pembuatan
MOL yang terbuat dari limbah keluarga selain nasi bekas.

Keywords


Mikro Organisme Lokal (MOL), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), penyuluhan

Full Text:

PDF

References


Arifan, dkk. 2020. “Pemanfaatan Nasi Basi Sebagai Mikro Organisme Lokal (MOL) Untuk

Pembuatan Pupuk Cair Organikdi Desa Mendongan Kecamatan

Sumowonokabupaten Semarang”. Jurnal Pengabdian Vokasi. 1(4): 254.

Edhie Sudaryanto, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Pada Web Petro KimiaGresik.Com, 20 Sept. 2018 dilink: https://petrokimia-gresik.com/news/edhiesudaryanto-korelasi-antara-pupuk-organik-dan-produktivitas-padi-di-grobogan

Kochakinezhad dkk. 2013. H., Gh. Peyvast, A. K. Kashi, J. A. Olfati, dan A. Asadii. 2012.

“Comparison of organic and chemical fertilizers for tomato production”. Journal

Organic System. 7(2): 14-25.

Mulyono. 2016. Membuat mikro organisme lokal (MOL) dan kompos dari sampah rumah

tangga. Agromedia Pustaka: Jakarta.

Prasetyo, M. N., N. Sari, dan C. S. Budiyati. 2012. Pembuatan Kecap dari gabus secara

hidrolisis enzimatis menggunakan sari nanas. Jurnal Teknologi Kimia Dan Industri.

(1): 270-277.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan

R&D. Alfabeta: Bandung.

Suhastyo. A. A, I. Anas, D. A. Santosa, dan Y. Lestari. 2013. Studi mikrobiologi dan sifat

kimia mikro organisme lokal (MOL) yang digunanakan pada budidaya padi metode

SRI (system of rice intensification). Jurnal Sainteks. 10(2): 29-39.