Pelatihan Pemantauan Kesehatan Hutan dan Penggunaan Software Penilaian Kesehatan Hutan di KTH Lestari Indah sebagai Upaya Mitigasi Bencana

Rahmat Safe’i, Aristoteles Aristoteles, Unang Mulkhan, Muhammad Rizky Pratama, Lis Nur Ajijah, Ahmad Nizam Syahiib, Selvira Selvira

Abstract


Keberlangsungan sistem pengelolaan hutan mangrove yang berkelanjutan perlu diwujudkan dengan salah satunya mengetahui pentingnya pemantauan kesehatan hutan. Pengetahuan terkait kesehatan hutan diperlukan untuk mengetahui dan mengidentifikasi gangguan atau kerusakan yang terjadi di hutan mangrove, sehingga perlu dilakukan pemantauan kesehatan hutan secara berkala. Selain itu, perlu adanya keterampilan dalam menggunakan aplikasi atau software merupakan faktor pendukung dalam mewujudkan hal tersebut. Pemantauan kesehatan hutan dan penggunaan software penilaian kesehatan hutan merupakan salah satu cara untuk mewujudkan kelestarian hutan mangrove dan sebagai upaya mitigasi bencana. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada anggota Kelompok Tani Hutan Lestari Indah terkait pemantauan kesehatan hutan mangrove dan penggunaan software penilaian kesehatan hutan (SIPUT). Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Minggu tanggal 24 Oktober 2021 di Wisata Hutan Mangrove, Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian yaitu metode ceramah dan praktik langsung. Berdasarkan hasil evaluasi dengan menggunakan instrumen Pre-test dan Post-test, terdapat peningkatan pengetahuan anggota KTH sebesar 13,06%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa adanya pemahaman yang cukup baik terhadap peserta pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan ini dapat membantu masyarakat dalam peningkatan pengetahuan dan partisipasi dalam pengelolaan hutan mangrove dan mewujudkan hutan mangrove yang berkelanjutan serta penggunaan software SIPUT merupakan media yang tepat untuk mempermudah penilaian kondisi kesehatan hutan mangrove.

Keywords


kesehatan hutan, hutan mangrove, SIPUT, kelompok tani hutan

Full Text:

PDF

References


Anas Sudjono. (2001). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Effendy, I. (2016). Pengaruh pemberian pre-test dan post-test terhadap hasil belajar mata diklat HDW.DEV.100.2.A pada siswa SMK Negeri 2 Lubuk Basung. Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, 1(2), 81-88.

Gumilar, I. (2012). Partisipasi masyarakat pesisir dalam pengelolaan ekosistem hutan mangrove berkelanjutan di Kabupaten Indramayu. Jurnal Akuatika, 3(2), 198-211.

Muhammad, F., Izzati, M., dan Mukid, A.M. 2017. Makrobenthos sebagai indikator tingkat kesuburan tambak di pantai utara Jawa Tengah. Jurnal Bioma, 19(1),38-46.

Nuhamara, S.T., Kasno, dan Irawan, U.S. (2001). Assessment on Damage Indicators in Forest Health Monitoring to Monitor the Sustainability of Indonesian Tropical Rain Forest. Dalam: Forest Health Monitoring to Monitor The Sustainability of Indonesian Tropical Rain Forest. Volume II. ITTO, Japan and SEAMEO-BIOTROP. Bogor.

Anas Sudjono. (2001). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Effendy, I. (2016). Pengaruh pemberian pre-test dan post-test terhadap hasil belajar mata diklat HDW.DEV.100.2.A pada siswa SMK Negeri 2 Lubuk Basung. Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, 1(2), 81-88.

Gumilar, I. (2012). Partisipasi masyarakat pesisir dalam pengelolaan ekosistem hutan mangrove berkelanjutan di Kabupaten Indramayu. Jurnal Akuatika, 3(2), 198-211.

Muhammad, F., Izzati, M., dan Mukid, A.M. 2017. Makrobenthos sebagai indikator tingkat kesuburan tambak di pantai utara Jawa Tengah. Jurnal Bioma, 19(1),38-46.

Nuhamara, S.T., Kasno, dan Irawan, U.S. (2001). Assessment on Damage Indicators in Forest Health Monitoring to Monitor the Sustainability of Indonesian Tropical Rain Forest. Dalam: Forest Health Monitoring to Monitor The Sustainability of Indonesian Tropical Rain Forest. Volume II. ITTO, Japan and SEAMEO-BIOTROP. Bogor.

Safe’i, R., Erly, H., Wulandari, C., dan Kaskoyo, H. (2018). Analisis keanekaragaman jenis pohon sebagai salah satu indikator kesehatan hutan konservasi. Jurnal Perennial, 14(2), 32-36.

Safe’i, R. dan Tsani, K. M. (2016). Kesehatan Hutan: Penilaian Kesehatan Hutan Menggunakan Teknik Forest Health Monitoring. Plantaxia. Yogyakarta, Indonesia.

Safe'i, R., Wulandari, C., & Kaskoyo, H. (2019). Penilaian kesehatan hutan pada berbagai tipe hutan di Provinsi Lampung. Jurnal Sylva Lestari, 7(1), 95-109.

Safe'i. R, Muludi. K. 2017. SIPUT (Sistem Informasi Penilaian Kesehatan Hutan).7

Safe'i, R., Kiswandono, A. A., Prayitno, R. T., Maulana, I. R., Arwanda, E. R., Rezinda, C. F. G., Puspita, E.N., & Doria, C. (2021). Pelatihan Pembibitan Di KWTH Kartini Dalam Menunjang Keberlanjutan Hutan Rakyat Pola Agroforestri. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN, 2(3), 223-232.

Suci, Y. T. dan Jamil, A.S. (2019). Hubungan tingkat kepuasan pelayanan dengan keberhasilan peserta pelatihan teknis bagi penyuluh pertanian. Jurnal Hexagro, 3(2), 47-55.

Utomo, B., Budiastuty, S., dan Muryani, C. (2018). Strategi Pengelolaan Hutan Mangrove Di Desa Tanggul Tlare Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2), 117-123.

Yuliani, S. dan Herminasari, N. S. (2017). Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan Mangrove di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi. Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan, 6(2), 42-53.