Pembuatan Demplot Pertanaman Nilam (Pogostemen cablin Benth.) di Zona Tradisional Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I

Yus Andhini Bhekti Pertiwi, Dwi Apriyanto, Rezky Lasekti Wicaksono, Malihatun Nufus, Ana Agustina, Rissa Rahmadwiati, Ike Nurjuita Nayasilana, Galuh Masyithoh, Supriyadi Supriyadi

Abstract


Pelestarian kawasan hutan harus dilakukan secara berkesinambungan. Salah satunya, tercermin
dari kerjasama antara pihak pengelola kawasan hutan dengan masyarakat setempat. Kegiatan
yang dapat dilakukan antara lain yaitu melalui pemberdayaan masyarakat. Saat ini, di dalam
kawasan Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I terdapat sekitar 300 petani pengaram yang
memanfaatkan lahan di bawah tegakan. Namun demikian, diperlukan optimalisasi
pemanfaatan lahan dibawah tegakan agar lebih menguntungkan secara ekonomi dan ekologi.
Salah satunya yaitu melalui budidaya nilam. Kegiatan pengabdian ini, merupakan tindak lanjut
kegiatan pengabdian tahun 2020, bertujuan untuk membangun demplot pertanaman nilam di
zona tradisional Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I agar dapat menjadi contoh bagi
pengaram dalam budidaya nilam. Oleh karena itu, pada tahun 2021 dilakukan pembangunan
demplot dan dilakukan studi banding penyulingan minyak atsiri nilam. Pembuatan demplot
pertanaman nilam dimulai dengan persiapan lahan secara partisipatif dengan memperhatikan
tutupan tajuk dan jarak tanam. Penanaman dilakukan dengan bibit nilam Sidikalang dan
Lhokseumawe dengan teknik penanaman yang baik serta memanfaatkan pupuk kandang lokal.
Studi banding penyulingan minyak atsiri dilakukan di UMKM pengolahan minyak atsiri di
Klaten, Jawa Tengah.

Keywords


zona tradisional, demplot, minyak atsiri, nilam, Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I

Full Text:

PDF

References


Dirjen Perkebunan. 2018. Roadmap Nilam Tahun 2018-2024. Jakarta: Kementerian Pertanian.

Hendalastuti. 2006. Pengaruh naungan dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman

serta jumlah dan mutu daun nilam, Pogestemon cablin Benth. Jurnal Penelitian Hutan

dan Konservasi Alam 8 (2): 137-146.

Ma’mun. 2011. Pasca Panen Nilam. Nilam (Pogostemon cablin Benth). Bunga Rampai. Status

Teknologi Penelitian Nilam. 111-130.

Nuryani Y. 2006. Budidaya Tanaman Nilam. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aromatik.

Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Badan Penelitian dan

Pengembangan Pertanian.

Pertiwi et al. 2022 (in press). Upaya Optimalisasi Lahan Bawah Tegakan pada Zona

Tradisional melalui Sosialisasi Budidaya Nilam Kepada Pengaram di Taman Hutan

Raya K.G.P.A.A. Mangkunagoro I. Jurnal PengabdianMu

Sahwalita dan Herdiana N. 2016. Panduan Pelatihan Budidaya Nilam (Pogostemon cablin

Benth.) dan Produksi Minyak Atsiri. Palembang: Biodiversity and Climate Change

Project (BIOCLIME).

Sapareng S, Akmal, Halid I. 2017. Sistim budidaya lorong (alley cropping) pada pertanaman

kakao dengan tanaman nilam di Kecamatan Malangke Kabupaten Luwu Utara. Jurnal

Balireso 2 (1): 28-36

Sari PN, Hartono S. 2010. Dinamika ekspor minyak nilam Indonesia ke Amerika Serikat. Agro

Ekonomi 17 (1):19-28.

Trisilawati, O., dan E. Hadipoentyanti. 2015. Budidaya Nilam yang Baik dan Benar.

Kementerian Pertanian. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat: Bogor

Widjaja, E.A., Rahayuningsih, Y., Rahajoe, J.S., Ubaidillah, R., Maryanto, I., Walujo, E.B., &

Semiadi, G. 2014. Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia. Jakarta: LIPI Press.