In-Tek Biochar Limbah Biomassa Tongkol Jagung dan Alley Cropping pada Pertanaman Jagung di Desa Bangun Sari, Alternatif Perbaikan Kualitas Lahan di Masa Pandemi

Sri Yusnaini, Ainin Niswati, Melya Riniarti, Hendra Prasetya

Abstract


Pengabdian kepada masyarakat (PKM) Bina Desa di Desa Bangunsari didasari keprihatinan pada kesejahteraan petani akibat rendahnya produktifitas tanaman jagung. Rendahnya produksi disebabkan lahan yang digunakan untuk budidaya jagung didominasi oleh lahan kering masam, dimana tanaman jagung sangat sensitif terhadap kemasaman tanah. Selain itu, lahan yang digunakan secara terus menerus menurun kesuburannya akibat menurunnya bahan organik tanah. Kondisi ini berdampak pada rendahnya produksi jagung, yang merupakan tanaman utama di Desa Bangunsari. Padahal terdapat banyak potensi bahan organik di desa Bangunsari, diantaranya limbah biomassa tongkol jagung yang dengan sedikit sentuhan teknologi dapat diubah menjadi biochar (arang aktif). Potensi lain yang belum termanfaatkan adalah pohon legume, terutama Glyricideae. Glyricideae berpotensi menghasilkan biomassa dengan cepat dengan kandungan unsur N yang tinggi, sehingga dapat dijadikan penambah unsur N bagi tanaman dan sebagai pakan ternak. Pengetahuan petani yang minim mengenai biochar dan Glyricidae dapat ditingkatkan melalui penyuluhan (sosialisai) serta demplot inovasi teknologi (In-Tek) biochar dan integrasi tanaman jagung dan Glyricidae dalam bentuk alley cropping (pertanaman lorong). Sosialisasi dan demplot pemanfaatan limbah tongkol jagung menunjukkan hasil yang positif yang ditandai dengan meningkatnya pengetahuan dan keinginan petani untuk memanfaatkan limbah tongkol tanaman jagung untuk dijadikan biochar dan pemanfaatan Glyricidae sebagai tanaman pagar untuk model pertanaman alley cropping untuk meningkatkan produktifitas pertanaman jagung di Desa Bangunsari.

Keywords


alley cropping, biochar, biomassa tongkol jagung, remediasi lahan

Full Text:

PDF

References


Gani, A. 2009. Potensi Arang Hayati “Biochar” Sebagai Komponen Teknologi Perbaikan Produktivitas Lahan Pertanian. Iptek Tanaman Pangan 4 (1): 3348.

Liang, B, Lehmann, J., Solomon, D., Sohi, S., Thies, J. E., Skjemstad, J. O., Luizao, F. J., Engelhard, M. H., Neves, E. G., Wirick, S. 2008. Stability of Biomass derived Black Carbon in Soils. Geochimica et Cosmochimica Acta 72: 6096–6078.

Maya Kurnia. 2014. Keunggulan dan Kelemahan Sistem Alley Cropping di Lahan Kering. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Buleleng.

https://distan.bulelengkab.go.id/artikel/keunggulan-dan-kelemahan-sistem-alley-cropping-di-lahan

Nurida N. L, A. Dariah dan A. Rachman. 2013. Peningkatan kualitas tanah dengan pembenah tanah Biochar limbah pertanian. Indon Soil Climate J 37(2): 69-78.

Yusnaini, S. 2008. Asessment and rehabilitation red acid soils in Lampung Province South Sumatra. Disertasi. Niigata University. Japan.

Yusnaini, S. Niswati, N. Septi, N.A. 2019. Optimalisasi Lahan Kering Masam Untuk Produksi Kedelai Menggunakan Biochar Dan Bahan Organik In Situ. LaporanPenelitian PUPT. LP2M Universitas lampung.

Septiyana, L, M. S. Yusnaini, A. Niswati, M.A. Syamsul Arif. 2021. Aplikasi Berbagai Jenis Biochar Dan Pemupukan Fosfat Untuk Meningkatkan Respirasi Tanah Pada Pertanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) di Tanah Ultisols. Laporan Penelitian DIPA F.P Universitas lampung.