Proses Identifikasi Komposisi Keripik Jamur Japigo pada Kelompok Usaha Jamur Gondangmanis

Intan Yuli Nur Khasanah, Nugroho Hasan, Agustianingrum Agustianingrum, Muhammad Rizal Khadafi, Eksa Rusdiyana

Abstract


Jamur tiram merupakan salah satu produk pertanian yang mudah untuk dimanfaatkan. Salah satu cara pemanfaatan jamur tiram dengan mengolah menjadi produk makanan. Kelompok Usaha Pengolahan Jamur (KUPJ) Gondangmanis memanfaatkan jamur tiram menjadi produk berupa keripik jamur. Identifikasi komposisi keripik jamur dilakukan untuk (1) mengetahui komposisi keripik jamur yang ideal, (2) menentukan harga jual keripik jamur. Proses identifikasi komposisi jamur tiram (1) identifikasi resep keripik jamur, (2) penetapan resep keripik jamur, (3) penetapan teknologi atau pengolahan keripik jamur, (4) produksi keripik jamur, (5) pengemasan produk, (6) penetapan harga produk. Metode yang dilakukan yaitu Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menitikberatkan pada partisipasi anggota Kelompok Usaha Pengolahan Jamur Gondangmanis dalam pelaksanaannya dengan rangkaian kegiatan identifikasi harga bahan baku, pengolahan keripik jamur, pengemasan keripik jamur, dan penentuan harga keripik jamur. Pengukuran keberhasilan program dilakukan dengan perbandingan komposisi keripik jamur sebelum dan setelah program, beserta tingkat penguasaan teknik atau perubahan teknik penepungan dan penggorengan yang dilakukan oleh anggota KUPJ Gondangmanis. Hasil yang diperoleh berupa komposisi per jamur tiram 7 kilogram dibutuhkan tepung terigu 1,5 kilogram, tepung tapioka 1,5 kilogram, telur 0,5 kilogram, bawang putih 0,25 kilogram, garam 100 gram, lada 100 gram dan harga keripik jamur Rp 12.000 per 100 gram. Selain itu deperoleh peningkatan penguasaan teknik yang lebih baik oleh KUPJ Gondnagmanis sehingga menghasilkan keripik jamur yang memiliki daya serap pasar tinggi.

Keywords


keripik jamur; proses identfikasi, komposisi

Full Text:

PDF

References


Achmad, Herliyana, E. N., Yurti, O.A.F., & Hidayat,A.P. 2009. Karakteristik Fisiologi Isolat Pleurotus spp. Jurnal Littri, 15(1), 46-51.

Achmad., Mugiono., Tias Arlianti., & Chotimatul Azmi. 2011. Panduan Lengkap Jamur. Jakarta: Penebar Swadaya.

Adebayo, EA, & Oloke, JK (2017). Oyster mushroom (Pleurotus species); A natural functional food. Journal of Microbiology, Biotechnology and Food Sciences, 7(3), 254-264.

Egra, S., Kusuma, IW, & Arung, ET (2018). Antioxidant Content of White Oyster Mushrooms (Pleurotus ostreatus). ULIN: Journal of Tropical Forests, 2(2), 105-108.

Fetria, M.A. (2017). Strategi Pengembangan Industri Rumah Tangga di Kota Pekanbaru (Studi Kasus Usaha Jamur Crispy Industri Pengolahan Jamur Tiram). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi, 4(1), 283-297.

Hudayana B, Pande MK, Setiadi, Agus I, Zamzam F, Mubarika DFN, Wiwik S, & Mohamad Y. (2019). Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk Pengembangan Desa Wisata di Pedukuhan Pucung, Desa Wukirsari, Bantul. Artikel Bakti Budaya, 2(2), 99-112.

Nasution, J. (2016). Kandungan Karbohidrat dan Protein Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) Pada Media Tanam Serbuk Kayu Kemiri (Aleurites Moluccana) Dan Serbuk Kayu Campuran. Jurnal Eksakta, 1, 38-42.

Sumarni. (2006). Botani dan Tinjauan Gizi Jamur Tiram Putih. Jurnal Inovasi Pertanian, 4(2), 124-130.

Widyastuti, N. (2013). Pengolahan Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) sebagai Alternatif Pemenuhan Nutrisi. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 15(3), 1-7.

Zahid, A., Fozia, Ramzan, M., Bashir, MA, Khatana, MA, Akram, MT, Nadeem, S., Qureshi, MS, Iqbal, W., Umar, M., Walli, S., Tariq, RMS, Atta, S., Al Farraj, DA, & Yassin, MT (2020). Effect of humic acid enriched cotton waste on growth, nutritional and chemical composition of oyster mushrooms (Pluerotus ostreatus and Lentinus sajor-caju). Journal of King Saud University – Science, 32(8).