Imbangan Pupuk Organik dan Anorganik Pengaruhnya Terhadap Hara Pembatas dan Kesuburan Tanah Lahan Sawah Bekas Galian C pada Hasil Jagung (Zea mays L)

Slamet Minardi, Sri Hartati, Pardono Pardono

Abstract


Title : The Balance of Organic and Inorganic Fertilizers to Limiting Factors Nutrient, Soil Fertility and  Maize (Zea mays L) Yield on  Paddy Soil of C-Excavation. The activities for other purposes in the paddy soil will cause soil damage and reduce the values of soil productivity. The use of organic fertilizer is one of efforts to recover and rehabilitate the soil, because it is the key to improve its properties. The purposes of this research were to identify the characteristics of the soil (chemical) as a component of soil fertility, nutrition limiting factors and knowing the balance of organic and inorganic fertilizers on the optimum cultivation of maize (Zea mays L) to achieve maximum production. Research was conducted by using Randomized Complete Block Design (RCBD) with single factor: consisting of six treatments, as follows consisted of control, treatment of inorganic fertilizer as recommended, organic fertilizer (manure), and the balance between organic and inorganic fertilizers. The results showed that the balance between organic and inorganic fertilizers can increase nutrition limiting factors (N and P) and soil fertility in paddy soil of C-excavation. It has been proved by the increasing growth and yield of maize, such as plant height, fresh and dry weight of plant, weight and girth of cob. The highest yield of maize was shown in weight cobs per plant, i.e 190 g as shown in the treatment of the balance between organic and inorganic fertilizers (75: 25)%. It is significantly different than the control treatment, however it showed no significant difference with other treatments.

Keywords


C-excavation paddy soil; organic fertilizer; inorganic fertilizer; soil fertility; maize

Full Text:

PDF (INDONESIAN)

References


Adi, A. 2003. Degradasi Tanah Pertanian Indonesia Tanggung Jawab Siapa? Dimuat pada Tabloid Sinar Tani, 11 Juni 2003.

Adhi, H. Suwardjo dan M. Soepartini. 1977. Faktor Tanah Dalam Menentukan Kebutuhan dan Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Pupuk dalam Prosiding Lokakarya Nasional Efisiensi Pupuk. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Bogor.

Foth, 1994. Dasar - Dasar Ilmu Tanah. Erlangga, Jakarta.

Minardi, S.,Sri Hartati dan Pardono. 2011. Upaya Perbaikan Status Kesuburan Lahan Sawah Terdegradasi Dengan Penambahan Bahan Organik. Laporan Penelitian DIPA Fakultas UNS. Surakarta.

Minardi, S.,Sri Hartati dan Pardono. 2012. Imbangan Pupuk Organik dan anorganik Untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan Sawah Bekas Galian C Pada Tanaman Jagung (Zea mays L). Laporan Penelitian BOPTN Universitas Sebelas Maret.. Surakarta.

Novizan. 2007. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Permadi, 2005. Pengaruh Pupuk N, P dan K Terhadap Pertumbuhan dan HasilJagung hibrida dan Komposit di Lahan Kering. Jurnal Agrivigor 5 (1) : 9 – 15.

Pusat Penelitian Tanah, 1981. Pedoman Kunci Kesesuaian Lahan. Bogor.

Rinsema, M.T. 1983. Pupuk dan Cara Pemupukan. Bharata Karya Aksara. Jakarta.

Rukmana, 1995. Usaha Tani Jagung. Kanisius. Yogyakarta

Sanchez, P.A. 1992. Sifat dan Pengelolaan Tanah Tropika. Penerbit ITB. Terjemahan dari : Properties and Management of Soil in The Tropic. John Willey and Son, Inc. New York.

Setiawan, A. I. 2000.Memanfaatkan Kotoran Ternak. Penebar Swadaya. Jakarta.

Simanungkalit, R.D.M., D.A. Suriardikarta, R. Saraswati, D. Setyorini, dan W. Hartatik. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Penelitian Tanah dan Pengembangan Sumberdaya lahan Pertanian. Bogor.

Sinukaban, N. 2005. Rehabilitasi Lahan Bekas Penambangan Sebagai Upaya Perwujudan Pertanian Berkelanjutan. Makalah Disampaikan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Ilmu Tanah (PILMITANAS) UNS. 6 Desember 2005.

Sirappa M P dan Razak N. 2010. Peningkatan Produktivitas Jagung Melalui Pemberian Pupuk N, P, K dan pupuk Kandang pada Lahan Kering di Maluku. Prosiding Pekan Serealia Nasional, 2010.

Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Pustaka Buana. Bandung.

Soewandita, H. 2003. Pemulihan Hara N, P dan K Pada Tanah Terdegradasi Dengan Penambahan Amelioran Organik (Kasus pada Latpsol Coklat Kemerahan di Sukabumi). PUSTAKA IPTEK, Jurnal Saint dan Teknologi BPPT. http:/www.iptek.net.id. diakses 07/02/2007.

Suntoro. 2005. Dampak Kegiatan Pembangunan Pada Degradasi Lahan Pertanian. Makalah Disampaikan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Ilmu Tanah (PILMITANAS) UNS. 6 Desember 2005.

Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik. Pemasyarakatan & Pengembangannya. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Sutoro, Y Sulaiman dan Iskandar. 1988. Budidaya Tanaman Jagung. Balai Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Bogor. Bogor.

Syekhfani. 1997. Strategi Penanggulangan Kemunduran Kesuburan Tanah Dalam Rangka Pengamanan Produksi Tanaman Pertanianr. Pidato Pengukuhan Sebagai Guru Besar Dalam Ilmu Kimia Tanah Pada Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang.

Tisdale, S.L., W.L. Nelson and J.D. Beat. 1985. Soil Fertility and Fertilizers. Mc Macmillan Co. New York.

Wahyudi. I, 2009. Nitrogen Uptake of Maize Plant (Zea mays L.) as Result of the Application of Guano Fertilizer and Lamtoro Green Manure on Ultisol from Wanga. J. Agroland 16 (4) : 265 - 272, (Diakses 31 Januari 2014)




DOI: http://dx.doi.org/10.15608%2Fstjssa.v11i2.228

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.

View SAINS TANAH Stats