PERAN PEMIMPIN DESA MIYONO DAN PARTISIPASI PETANI DALAM PENYULUHAN PEMBUATAN KOMPOS DI KECAMATAN SEKAR KABUPATEN

Bekti Nur Utami, Deha Purwoko

Sari


Di Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro setiap kepala keluarga diwajibkan mempunyai
ternak sapi potong minimal sebanyak 1 ekor. Melimpahnya limbah kotoran ternak hanya
ditumpuk begitu saja. Limbah peternakan menghasilkan gas-gas yang cepat menguap dan
menimbulkan bau yang tidak sedap. Adanya ternak sapi memproduksi limbah ternak perlu
sentuhan teknologi kepada petani. Melalui penyuluhan mengenai pengolahan limbah ternak
menjadi kompos diharapkan mengubah perilaku peternak dalam mendukung pertanian
organik. Tujuan penelitian adalah : (1) Mengetahui peran pemimpin desa Miyono, dan (2)
Mengetahui partisipasi petani dalam penyuluhan pembuatan kompos. Pemilihan desa ini
berdasarkan survei pendahuluan yaitu pemimpin desa yang peduli lingkungan. Sampel yang
diambil sebanyak 40 orang dari jumlah populasi 360 orang. Peran pemimpin desa Miyono
yaitu telah berhasil mengadakan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk kompos.
Pelaksanaan penyuluhan bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Sosial Tenaga Kerja
dan Transmigrasi Kabupaten Bojonegoro. Keberhasilan penyuluhan ditunjukkan dengan
partisipasi petani yang mengikuti pelatihan dan akhirnya permasalahan feses kotoran sapi
yang menumpuk bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik padat. Selanjutnya kompos
dikelola oleh Gapoktan Tunas Harapan setiap harinya dapat membuat pupuk organik padat
sebanyak 2 ton. Harapannya hasil penelitian ini dijadikan rekomendasi untuk pengembangan
kelembagaan sehingga mempunyai unit usahatani yaitu unit pengolahan limbah kotoran
ternak sapi.

Kata Kunci


Peran pemimpin desa; Partisipasi petani; Penyuluhan; Kompos.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.