PRODUKTIVITAS DAN ANALISA KELAYAKAN USAHA TERNAK SAPI POTONG DI YOGYAKARTA (POSTER)

Tri Joko Siswanto

Sari


Kebutuhan daging sapi dalam negeri belum dapat sepenuhnya dipenuhi dari produksi daging sapi dalam negeri sehingga untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri harus diimpor. Indonesia pada dasarnya mempunyai potensi untuk pengembangan ternak sapi dalam negeri hal ini didukung oleh potensi sumber daya alam, disamping itu sektor peternakan akan dapat untuk meningkatkan pendapatan petani. Untuk mempercepat pertumbuhan produksi sapi dalam negeri pemerintah telah menetapkan program swasembada daging sapi dalam negeri pada tahun 2014. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengatahui produktifitas, penawaran dan permintaan serta tingkat pendapatan petani dari usaha ternak sapi potong di Yogyakarta. Kajian ini dilaksanakan di Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo dan Gunungkidul. Metode penelitian menggunakan metode survai, yaitu metode penelitian dengan mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data. Pengambilan sampel peternak ditentukan secara acak sederhana yang menjadi anggota kelompok tani. Jumlah sampel terdiri dari 20 peternak untuk setiap kabupaten, sehingga secara keseluruhan ada 80 peternak sampel. Data primer dikumpulkan melalui wawancara berdasarkan kuisioner yang telah disiapkan, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari instansi/lembaga yang terkait dengan penelitian. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa produktivitas ternak sapi di Yogyakarta selama lima tahun terakhir mengalami penurunan, namun ketersediaan ketersediaan daging sapi masih memenuhi kebutuhan. Penawaran dan permintaan daging sapi potong di Yogyakarta selama lima tahun terakhir mengalami surplus sebanyak 9,879 ton. Perhitungan analisa usaha untuk 5 ekor sapi, dapat memberi keuntungan sebesar Rp 16.472.500,-  setahun, dengan nilai B/C sebesar 1,61

Kata Kunci


produktivitas;analisa usaha;sapi potong

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.