PERANAN PERKEBUNAN BERBASIS KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUEL. ARG) DALAM PENYEDIAAN KOMODITAS HORTIKULTURA

Titik Widyasari

Sari


Penciptaan nilai tambah dan optimalisasi lahan demi keberlangsungan perusahaan dapat dilakukan melalui penanaman berbagai komoditas, salah satunya komoditas hortikultura. Hal tersebut telah dilakukan oleh perusahaan berbasis karet milik negara sehingga memiliki peran dalam menyumbang ketersediaan hortikultura yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran peranan perkebunan berbasis karet dalam penyediaan komoditas hortikultura yang hasilnya akan bermanfaat bagi para pihak untuk dapat sinkronisasi antar komoditas dalam hubungan yang saling menguntungkan. Metode penelitian dilakukan di perkebunan milik negara yang berlokasi di Jawa Tengah, pada bulan Februari-Desember 2016. Metode yang digunakan adalah metode survei dan memilih sampel secara purposive yang dilakukan di 12 kebun berbasis tanaman karet. Parameter yang diamati adalah jenis komoditas hortikultura, harga jual komoditas, dan biaya komoditas yang diusahakan. Selanjutnya data dianalisis menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas komoditas hortikultura minimal mencapai 144,45 Ha (0,5%) dari luas total 23.760,8 Ha, adapun jenis hortikultura yang diusahakan adalah Pisang, Pepaya, Jagung, Ketela, Edamame, Jahe Gajah, Merica dan Sereh Wangi yang ditanam pada masa TTI, TBM, TM dan lahan lain yang tidak dapat ditanami karet karena faktor tertentu dengan cara monokultur maupun tumpangsari. Hasil analisis kelayakan ekonomi R/C >1 yang artinya bahwa pengusahaan hortikultura layak dan prospektif untuk dikembangkan dan mampu memberikan manfaat bagi perusahaan.

Kata Kunci


perkebunan; karet; hortikultura; kelayakan ekonomi

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.