PENGARUH KADAR ARSEN TINGGI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH

Triyani Dewi, W. Purbalisa

Sari


Akhir-akhir ini ketahanan pangan dihadapkan pada permasalahan lingkungan yang mendapat perhatian  serius,  antara  lain  pemanasan  global  dan  perubahan  iklim,  pencemaran  bahan beracun berbahaya di lahan pertanian seperti bahan agrokimia (pupuk dan pestisida) dan logam berat. EPA (Environmental Protection Agency) menerangkan bahwa Arsen (As) bentuk organik (mengandung karbon), misalnya monosodium methanearsenate dan dinatrium methanearsenate digunakan dalam pestisida untuk aplikasi pertanian. Salah satu dampak dari paparan pestisida yangmengandung Arsen (As) adalah anemia. Mengingat beras masih merupakan makanan pokok di Indonesia, penelitian ini perlu dilakukan. Dengan mengetahui kandungan As dalam beras  yang dihasilkan dari lahan sawah yang terkontaminasi As, maka dapat diketahui sejauh mana beras tersebut aman untuk dikonsumsi oleh manusia. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah kontaminasi Arsen (L) yaitu tanpa kontaminasi arsen (L1) dan kontaminasi 20 ppm As (L2) dan faktor kedua adalah jenis tanah sawah (T) yaitu tanah Lombok (T1), tanah Karanganyar (T2), dan tanah Pati  (T3)kemudian  tanah  ditimbang  sekitar  10  kg  berat  kering,  kemudian dikontaminasidengan logam berat As sebanyak 20 ppm dalam bentuk As2O5  in H2O lalu diinkubasi kurang lebih selama 8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam berat arsen yang tinggi dalam tanah mempengaruhi pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah anakan dan biomassa) dan kualitas tanaman padi.

Kata Kunci


arsen, padi sawah

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.