APLIKASI SISTEM PENYIRAMAN SENDIRI PADA BUDIDAYA TOMAT CHERRY SECARA HIDROPONIK

Sophia Dwiratna, Nurpilihan Bafdal, Dwi Rustam Kendarto, Edy Suryadi

Sari


Erosi dapat disebabkan oleh aliran permukaan (run-off) yang mengalir pada lahan berlereng yang  dimanfaatkan  untuk  pertanian  tanaman  pangan  sehingga  dapat  membawa  sedimen berupa tanah tererosi.Maka dari itu diperlukanlah perhitungan jumlah erosi aktual dan potensial pada berbagai macam kemiringan lahan dan pola tanam yang dilakukan di lahan kering Universitas  Padjadjaran,  Jatinangor.  Perhitungan  besarnya  erosi  dilakukan  dengan mengambil data erosi aktual dan dengan prediksi MUSLE pada lima plot penelitian. Plot yang dimaksud adalah plot 1 (karet) kemiringan 12,5%,  plot 2 (jagung – kacang merah – singkong) kemiringan 21%, plot 3 (jagung) kemiringan 22%, plot 4 (singkong – kacang merah – ubi jalar) kemiringan 20%, dan plot 5 (singkong – jagung – kacang merah – kacang tanah) kemiringan 10%. Jumlah erosi aktual dan prediksi MUSLE pada plot 1 sampai dengan plot 5 berturut-turut adalah 0,49 ton/ha dan 4,34 ton/ha; 75,73 ton/ha dan 67,82 ton/ha; 43,61 ton/ha dan 92,36 ton/ha; 74,55 ton/ha dan 60,44 ton/ha; 10,25 ton/ha dan 5,10 ton/ha. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat overestimate dan underestimate nilai prediksi MUSLE terhadap hasil  erosi  aktual  sehingga  diperlukan  kalibrasi  dan  validasi  agar  model  prediksi  erosi MUSLE. Hasilnya adalah jumlah erosi potensial dengan prediksi MUSLE pada plot 1 sampai dengan plot 5 berturut-turut adalah 0,58 ton/ha; 81,76 ton/ha; 58,32 ton/ha, 81,58 ton/ha, dan 9,78  ton/ha.  Sehingga  prediksi  MUSLE  dapat  digunakan  pada  lahan  kering  Universitas

Kata Kunci


Erosi; MUSLE; Pola Tanam; Kemiringan; Kalibrasi Model

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.