STATUS PLASMA NUTFAH GEDI (ABELMOSCHUS MANIHOT L. MEDIK), POTENSINYA SEBAGAI SUMBER NUTRISI, DAN KAJIAN TINDAK AGRONOMINYA DALAM UPAYA OPTIMALISASI PRODUKSI

Saraswati Prabawardani, Irnanda A.F. Djuuna, Fenny Asyerem, Alexander Yaku, Yacob Bodang

Sari


Penelitian awal dilakukan untuk mengkaji status tanaman gedi ditinjau dari keragaman plasma nutfah tanaman tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di  beberapa kampung di Manokwari, Papua Barat pada bulan April s/d Juni 2015, menggunakan metode deskriptif dengan tehnik observasi lapang. Analisis data untuk mengamati kekerabatan antar aksesi dengan program ExcelStat. Berdasarkan hasil identifikasi terkumpul 30 aksesi gedi, dan hasil analisis kimia 5 aksesi gedi menunjukkan keragaman kadar fenol, protein dan mineral. Pembudidayaan gedi pada umumnya masih bersifat subsisten dan tradisional dan tanpa menerapkan tindak agronomi. Untuk mendapatkan teknik budidaya yang tepat, maka penelitian kedua dilakukan dengan  tujuan mengetahui  pengaruh  tindak  agronomi  (jarak tanam dan pemupukan  serta evaluasi intensitas kerusakan hama), menggunakan metode eksperimen dengan   rancangan acak kelompok. Perlakuan jarak tanam terdiri dari 0.5 m x 0.1 m, 0.75 m x 0.1 m dan 0.1 m x 0.1 m. Tindak agronomi lainnya berupa aplikasi dosis pupuk kotoran ayam, terdiri dari 0 kg/ha, 10 ton/ha, 20 ton/ha, 30 ton/ha, dan masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Pengamatan terhadap keberadaan hama dilakukan dengan dengan cara menghitung intensitas kerusakan pada masing-masing tanaman contoh (%). Data dianalisa secara statistik dengan menggunakan analisis ragam. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa dosis pupuk kotoran ayam 30 ton/ha menghasilkan pertumbuhan gedi terbaik dibandingkan dengan dosis lebih rendah. Bobot daun dan tinggi tanaman tertinggi dihasilkan oleh jarak tanam lebar (1 m x 1m), meskipun secara statistik tidak berbeda nyata pada umur 3 bulan setelah tanam. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perbedaan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap intensitas kerusakan hama, dimana semakin lebar jarak tanam semakin besar intensitas kerusakan akibat serangan hama pada umur 4 bulan setelah tanam.


Kata Kunci


Abelmoschus manihot; gedi; nutrisi; pupuk organik; jarak tanam

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.