RESPON PENAMBAHAN ABU SEKAM DAN DOLOMIT TERHADAP PERTUMBUHAN KEDELAI DI TANAH ALFISOL

Aditya Perdanatika, Suntoro Suntoro, Pardjanto Pardjanto

Sari


Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan salah satu komoditas pangan bergizi tinggi dan sumber protein nabati yang rendah kolesterol. Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di tingkat nasional, khususnya ketersediaan bahan pangan kedelai diperlukan upaya yang sungguh  –  sungguh  untuk  meningkatkan  produksinya.   Limbah  pertanian  abu  sekam merupakan bahan berserat mengandung selulosa, lignin, hemiselulosa dan jika dibakar dapat menghasilkan abu dan silika cukup tinggi, 87 % - 97 % serta mengandung hara N 1 % dan K 2 %. Dolomit dapat meningkatkan produksi kedelai karena merupakan sumber kalsium dan magnesium.  Tanah  alfisol  umumnya  miskin  unsur  hara.  Tujuan  penelitian  ini  untuk mengetahui  pengaruh  pemberian  abu  sekam  dan  dolomit  terhadap  pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian ini merupakan penelitian rumah plastik dengan rancangan faktorial (4x3), terdiri atas dua faktor, faktor pertama merupakan  perlakuan dosis abu sekam yang terdiri dari 4 aras dosis : 0 (sebagai kontrol), 3,75 Ton/ha, 7,5 Ton/ha, dan 15 Ton/ha. Faktor kedua yaitu dosis dolomit yang terdiri 3 aras perlakuan : 0 (sebagai kontrol), 250, dan 500 kg/ha. Hasil penelitian  menunjukkan  1)  Pemberian  abu  sekam  sampai  dosis  15  ton/ha  berpengaruh terhadap tinggi tanaman. 2) Pemberian abu sekam 3,73 ton/ha sudah mampu meningkatkan berat segar tanaman, sedangkan pemberian dosis abu sekam 7,5 ton/ha memberi pengaruh yang tertinggi. 3) Pemberian abu sekam mampu mempercepat waktu berbunga.

Kata Kunci


abu sekam; dolomit; tanah alfisol

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.