PEMANFAATAN LAHAN KERING PADA AREAL HUTAN TANAMAN INDUSTRI JATI MUDA UNTUK USAHA TANI PADI GOGO (Kasus di Desa Bantarkawung dan Cikamurang, Terisi, Indramayu)

Widyantoro Widyantoro

Sari


Pemanfaatan lahan kering pada areal hutan tanaman industri jati muda untuk usahatani padi gogo. Penelitian usahatani padi gogo tumpangsari hutan tanaman industri (HTI) jati muda dilaksanakan pada MH 2011/2012dan MH 2012/2013 di Desa Bantarkawung dan Cikamurang, kesatuan pemangku hutan (KPH) Terisi,Indramayu.Tujuan  yang  ingin  dicapai  adalah  untuk  mengetahui  potensi hasil padi gogo  yang di tumpangsarikandengan  tanaman jati muda dan sosial ekonomi petani. Pelaksanan penelitian dimulai dari kajian kebutuhan dan peluang yang ditujukan untuk mengetahui masalah, kendala dan peluang keberhasilan pengembangan padi gogo tumpangsari HTI jati muda yang dilanjutkan dengan demonstrasi plot budidaya padi gogo bekerjasama dengan petani yang tergabung pada  program  pengelolaan  hutan  bersama  masyarakat  (PHBM).  Varietas  padi yang digunakan adalah Limboto, Situ Patenggang, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 6, dan Inpago 7. Berdasarkan hasil KKP dapat diketahui secara umum petani belum banyak mengenal dan menggunakan varietas unggul baru padi gogo, teknologi yang diterapkan masih terbatas, dan adanya gangguan hama, penyakit, dan gulma. Rata-rata hasil gabah padi gogotumpangsari HTI jati mudaumur 1 tahun, 2 tahun, dan 3 tahundi kedua lokasi masing-masing adalah 4,56 t/ha; 4,22 t/ha dan 3,25 t/ha   serta   pendapatan   usahataniyang   menguntungkan.   Bertambahnya   umur tanaman jati menyebabkan persaingan dalam mendapatkan sinar matahari untuk proses fotosistesis, sehingga rata-rata hasil padi gogo yang ditumpangsarikan dengan HTI jati muda cenderung mengalami penurunan hasil. Secara finansial usahatani padi gogo yang ditumpangsarikan dengan HTI jati muda umur 1 tahun dan2 tahun masih layak diusahakan.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.