Pengendalian OPT Ramah Lingkungan pada Brokoli Mendukung Good Agricultural Practices : Review

Dwiwiyati Nurul Septariani, Suminah Suminah, Ida Mei Liana, Shofyan Adi Cahyono

Sari


Brokoli memiliki kandungan nutrisi tinggi dan dimanfaatkan bunganya untuk sayur dalam kondisi mentah maupun matang. Bunga brokoli untuk sampai ke tangan konsumen harus memiliki kualitas baik. Bunga brokoli yang berkualitas dapat diperoleh salah satunya dengan teknik pengendalian hama dan penyakit yang baik selama budidaya. Pengendalian hama penyakit harus dilakukan secara efektif dan efisien serta diusahakan tidak merugikan lingkungan. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) ramah lingkungan berupaya memanfaatkan mikroorganisme hayati melalui proses-proses alami. Konsep pengelolaan hama terpadu (PHT) mempertimbangkan ekosistem, stabilitas, dan kesinambungan produksi sesuai tuntutan praktik pertanian yang baik. Praktek kultur teknis terbukti efektif menekan hama dan mampu diterima luas dalam implementasi teknologi PHT. Oleh karena itu, praktik kultur teknis tanaman brokoli dilakukan berdasarkan kondisi lingkungan. Konsep PHT lebih banyak memanfaatkan bahan dan metode hayati, antara lain penggunaan tanaman refugia, penyemprotan pestisida nabati dan Beauveria bassiana, dan aplikasi PGPR. Budidaya brokoli secara organik akan melindungi ekosistem dari kerusakan sehingga tercipta sistem pertanian yang berkelanjutan. Sistem ini menjadi tujuan jangka panjang PHT dengan sasaran pencapaian produksi tinggi, produk berkualitas, peningkatan sumber daya lingkungan, pembangunan perekonomian desa, dan kehidupan yang lebih baik bagi komunitas pertanian pada umumnya.


Kata Kunci


biopestisida, entomopatogen, GAP, PGPR, refugia

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats