Karakteristik Mutu Lada Hitam dan Lada Putih dari Beberapa Kabupaten Sentra Lada di Lampung

Ratna Wylis Arief, Dewi Rumbaina Mustikawati, Robet Asnawi

Sari


Minyak atsiri dan piperin merupakan komponen yang terpenting pada lada dan berperan pada aroma yang khas dan penentu cita rasa pedas yang terkandung dalam bji lada. Variasi komposisi senyawa tersebut di dalam biji lada tergantung pada varietas, lahan tempat tumbuh dan kondisi agroklimat, mutu bahan baku, dan cara pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu lada hitam dan lada putih dari beberapa kabupaten di Lampung. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Agustus sampai dengan bulan Desember 2019. Sampel lada hitam dan lada putih yang digunakan adalah varietas lokal yang biasa ditanam oleh petani setempat, diperoleh dari 3 Kabupaten sentra penghasil lada di Lampung yaitu: Kabupaten Way Kanan Kabupaten, Lampung Timur, dan Kabupaten  Tanggamus,. Parameter komponen mutu lada yang diamati pada penelitian ini adalah minyak atsiri dan piperin yang analisanya dilaksanakan di Laboratorium Balittro Bogor. Data yang terkumpul dianalisis secara diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan minyak atsiri dan piperin lada hitam dan lada putih dipengaruhi oleh varietasnya; lada hitam yang berasal dari Kabupaten Way Kanan memenuhi standar ISO, ASTA, dan ESA, dengan kadar  minyak atsiri sebesar 1,30% dan kadar piperin sebesar 4,48%; dan lada putih yang berasal dari Kabupaten Lampung Timur memenuhi standar ASTA, ESA, dan ISO dengan kadar  minyak atsiri sebesar 1,50% dan kadar piperin sebesar 5,04%.

 


Kata Kunci


karakteriktik, mutu, Piper nigrum, L

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats