Pembangunan Pertanian Wilayah Perbatasan: Introduksi Teknologi Padi Mendukung Ketahanan Pangan Wilayah Perbatasan Provinsi Aceh

Muhammad Ismail, Lamhot Edy Pakpahan, Rachman Jaya, Asis Asis, Husaini Husaini

Sari


Dari sisi aksesibilitas penyediaan beras kawasan perbatasan sangat dipengaruhi oleh aspek musim, sehingga dapat dikatakan ketahanan pangannya masih sangat rentan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas komoditas padi sawah dan padi gogo yang merupakan bagian dari kegiatan diseminasi inovasi teknologi pertanian di wilayah perbatasan. Kegiatan pengelolaan usahatani padi dilaksanakan dari Agustus 2017 hingga Januari 2018. Data produksi padi diperoleh dari introduksi varietas padi, komponen teknologi Jajar Legowo Super pada petak demonstrasi plot di desa Blang Situngkoh kecamatan Pulo Aceh. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dalam Rancangan Acak Kelompok dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat kepercayaan 95%. Secara agronomis seluruh varietas introduksi memiliki capaian rata-rata dan potensi hasil yang lebih baik dibandingkan dengan varietas Ciherang yang biasa digunakan petani. Inpari 38 memiliki capaian rata-rata dan potensi hasil tertinggi dibandingkan dengan varietas introduksi Inpari 30, Inpari 39, dan Inpari 42 serta varietas Ciherang. Tingkat kelayakan usahatani terbesar pada varietas Inpari 38 dengan R/C ratio 1,28 namun tidak berbeda dengan Inpari 30.

Kata Kunci


mandiri pangan, Pulo Aceh, wilayah perbatasan

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats