Peran Teknologi Ozonisasi Dalam Mempertahankan Kesegaran dan Memperpanjang Masa Simpan Buah Nenas (Ananas Comosus (L) Merr.) : Review

Sandro Pangidoan Siahaan, Siti Mariana Widayanti

Sari


Penanganan pascapanen hortikultura menjadi penting dalam memperpanjang umur simpan. Khususnya dalam upaya peningkatan nilai tambah dan daya saing produk hortikultura di Indonesia. Penanganan pascapanen yang tepat perlu dilakukan untuk menjaga kesegaran buah.  Selain itu, syarat penting yang perlu dipenuhi oleh para eksportir buah adalah buah aman dan bersih dari segala macam kontaminasi, baik mikroba, mikroorganisme patogen (bakteri, virus dan jamur) dan residu pestisida. Industri buah dan sayur memerlukan teknologi yang secara efektif dapat menginaktifasi patogen dan menghilangkan kontaminan – kontaminan, memastikan kesegaran buah dan yang tidak kalah penting adalah ramah lingkungan. Teknologi ozonisasi adalah salah satu teknologi yang dapat memperpanjang umur simpan buah, menjaga kesegaran produk, tidak mempengaruhi nilai gizi dan mampu melarutkan beberapa jenis pestisida dan ozon sendiri adalah antimikroba yang tidak meninggalkan residu. Tujuan dari review ini adalah untuk mengetahui hasil-hasil penelitian terdahulu yang telah mengaplikasikan teknik ozonisasi beserta dosis penggunaaannya sebagai salah satu teknologi dalam memperpanjang umur simpan buah nenas. Dari bebebera tulisan menunjukkan bahwa teknologi ozonisasi pada penanganan pascapanen pada buah nenas segar diyakini dapat menjaga kesegaran produk serta memperpanjang umur simpan dengan cara membunuh mikroorganisme dan meluruhkan residu pestisida yang ada pada buah. Dosis paparan yang direkomendasikan dari review ini adalah 1 mg/L dengan waktu 20 menit. Dosis tersebut diketahui dapat meluruhkan residu pestisida dan mikroorganisme yang masih tertinggal pada buah nenas. 


Kata Kunci


nenas, teknologi ozonisasi, konsentrasi ozon, residu pestisida

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats