Pengujian Bibit Jambu Mete Metode Grafting untuk Mendapatkan Tajuk Terbatas

Endang Siti Rahayu, Bambang Pujiasmanto, Eko Murniyanto

Sari


Penyambungan tanaman jambu mete untuk penyediaan bibit dan peremajaan mempunyai peran penting untuk meningkatkan produktivitas dan pengembangan areal penanaman. Banyaknya varietas yang ada diperlukan uji yang menghasilkan bibit dengan pertumbuhan cepat. Tujuan penelitian ini untuk menguji penyambungan (grafting) antara batang bawah pohon induk terpilih dengan batang atas varietas berbuah merah, orange, kuning dan hijau secara cleft graft maupun top cleft graft. Penelitian ini bersifat ekperimen, dimana batang bawah (understamp) berasal dari benih yang disemai umur 6 bulan dan tunas pucuk (entres) dari pohon umur 30 tahun. Entres diperoleh dari pohon induk terpilih yang berwarna merah, orange, kuning dan hijau umur 20-30 tahun. Entres diambil dari cabang plagiotrop dorman. Setelah penyambungan dilakukan penyungkupan secara individu dan kelompok. Pembukaan sungkup 30 hari setelah penyambungan. Variabel pengamatan untuk menjawab tujuan meliputi keberhasilan penyambungan, waktu pembentukan tunas, panjang tunas, jumlah daun dan luas daun. Data pengamatan dianalisa secara statistik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa  keberhasilan penyambungan, waktu pembentukan tunas dan panjang tunas, jumlah dan lebar daun pada top cleft grafting lebih baik dibanding cleft grafting, sedangkan entres yang berasal dari pohon induk buah berwarna merah mempunyai pertumbuhan lebih cepat dibanding orange, kuning dan hijau.


Kata Kunci


grafting, understump, entres, pertumbuhan bibit

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats