Pengaruh Konsentrasi Air Perasan Bawang Merah Dan Bawang Putih Serta Waktu Perendaman Terhadap Perkecambahan Benih Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees)

Nurul Husniyati Listyana, Indah Sri Wulandari, Widyantoro Widyantoro

Sari


Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees.) merupakan salah satu tanaman obat yang dapat diperbanyak secara generatif menggunakan benih. Benih sambiloto termasuk golongan benih ortodoks yang mengalami masa dormansi. Dalam proses perkecambahan benih diperlukan hormon pertumbuhan atau sering juga disebut sebagai Zat Pengatur Tumbuh. Bawang merah dan bawang putih merupakan salah satu sumber ZPT alami yang dapat digunakan dalam proses perkecambahan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh perendaman air perasan bawang merah dan bawang putih terhadap perkecambahan benih sambiloto serta mengetahui dosis dan waktu perendaman yang paling efektif meningkatkan perkecambahan benih sambiloto. Pada penelitian ini digunakan benih sambiloto yang telah mengalami masa penyimpanan selama 6 bulan. Konsentrasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu 10%, 20% dan 40% dengan waktu perendaman 1 jam, 2 jam dan 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis bawang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap jumlah benih berkecambah di petridish, jumlah daun, lebar daun dan tinggi kecambah. Sedangkan perlakuan konsentrasi dan lama waktu perendaman memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap jumlah kecambah, jumlah daun, panjang daun dan tinggi kecambah. Kombinasi antar perlakuan tidak menunjukkan hasil yang signifikan sehingga dapat diartikan bahwa seluruh kombinasi perlakuan memberikan pengaruh yang hampir sama terhadap parameter pengamatan.

 


Kata Kunci


sambiloto, bawang merah, bawang putih, dosis, waktu perendaman

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats