Keragaan Analisis Struktur Biaya dan Kelayakan Usahatani Ubi Kayu di DAS Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri

Endang Siti Rahayu, Setyowati Setyowati, Rissa Rahmadwiati

Sari


DAS Bengawan Solo merupakan DAS terluas di sungai Begawan Solo dengan luas 6.072 km2 dengan cakupan luas administratif sungai Bengawan Solo terdapat di 17 kabupaten dan tiga kota. Wilayah hulu sungai Bengawan Solo berada dikawasan Wonogiri dan Ponogoro, oleh karena itu penelitian ini diambil di daerah hulu sungai khususnya di Kabupaten Wonogiri karena permasalahan sering muncul didaerah hulu dengan terdapat kecenderungan masyarakat memaksimalkan kebutuhanannya untuk mengelola lahannya dan utamanya di Kabupaten Wonogiri mengusahakan ubi kayu. Perubahan perilaku masyarakat terhadap pemanfaatan lingkungan sekitarnya memerlukan alternatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, ketahanan pangan dan mengurangi jumlah penduduk miskin berkurang. Salah satu upaya untuk itu adalah mempelajari dan menelaah pangkal permasalahan pengelolaan ubi kayu. Tujuan penelitian adalah mengetahui (1) struktur biaya dalam pengelolaan ubi kayu (2) pendapatan pengelolaan ubi kayu, dan (3) analisis efisiensi pengelolaan usahatani ubi kayu  di DAS Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri. Metode penelitian yang digunakan adalah proposive sampling dalam penentuan kecamatan dan desa, dan simple random sampling dalam penentuan responden petani ubi kayu. Metode analisis yang digunakan analisis struktur biaya, analisis pendapatan usahatani, analisis kelayakan usahatani dengan R/C ratio. Struktur biaya pengelolaan agribisnis ubi kayu tertinggi untuk sarana produksi (61,09%), diikuti biaya tenaga kerja (37.04%). Pendapatan rata-rata pengelolaan agribisnis ubi kayu sebesar Rp. 8.295.086,00 per masa tanam (9 bulan), cukup tinggi dengan nilai R/C rasio sebesar 7,81, berarti pengelolaan agribisnis ubi kayu menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Saran diperlukan kebijakan yang tepat melihat tingginya pendapatan ubi kayu karena bisa menjadi penghalang dalam upaya pelestarian lingkungan karena masyarakat enggan beralih pada komoditas lain.


Kata Kunci


kelayakan, pendapatan, pengelolaan usahatani, struktur biaya, ubi kayu

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats