Perkembangan Jaringan Adiposa pada Ternak Dalam Kaitan dengan Kualitas Produksi Daging: Review

Laurentius J.M. Rumokoy, Wisje Lusia Toar

Sari


Dewasa ini produk peternakan yang aman bagi konsumen, misalnya produk ternak yang tidak memiliki masa lemak yang tinggi telah menjadi suatu kriteria untuk konsumennya. Hal ini sangat berkaitan dengan aktifitas jaringan adiposa tubuh ternak. Penyusunan artikel review ini bertujuan untuk membahas tentang perkembangan jaringan adiposa dan peranannya dalam daging ternak. Metode yang digunakan dalam penyusunan review ini adalah studi komparatif referensi. Jaringan adiposa dibentuk melalui proses adipogenesis yang diawali dari proses proliferasi prekursor pre-adiposit dan diikuti oleh proses diferensiasi sel-sel tersebut. Proses diferensiasi ini pada hakekatnya telah terjad pada masa prenatus dan awal neonatus. Fungsi dari jaringan adiposa dewasa adalah untuk melakukan sintesis, akumulasi ataupun hidrolisis asam lemak yang terdapat dalam jaringan adiposa. Secara praktis jika konsumsi nutrien dalam ransum mengandung nilai energi lebih tinggi dari yang dibutuhkan maka kelebihan energi tersebut akan disimpan dijaringan adiposa dalam bentuk lemak. Semakin banyak lemak diakumulasi dalam jaringan adiposa maka ternak tersebut akan semakin memiliki tampilan tubuh yang gemuk. Tampilan ternak yang gemuk dapat menunjukkan ransum ternak yang didistribusi memiliki kandungan energi yang lebih tinggi dari pada yang dibutuhkan ternak yang berdampak pada penilaian kualitas produk ternak tersebut.


Kata Kunci


adiposa, ransum, ternak, akumulasi lemak

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats