Potensi Ternak Entok (Cairina Moschata) Sebagai Sumber Daging Alternatif Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Jonathan Anugrah Lase, Dian Lestari

Sari


Entok (Cairina moschata) merupakan salah satu jenis unggas air hasil domestikasi yang berasal dari wilayah Amerika Tengah dan sekarang telah banyak dibudidayakan dikalangan peternak tradisional Indonesia. Produk utama yang diharapkan dari pemeliharaan entok adalah daging, karena entok memiliki bobot badan yang tinggi dibandingkan ayam dan itik. Entok jantan rata-rata memiliki bobot badan 5-5,5 kg/ekor, sedangkan betina sekitar 2,5-3 kg/ekor. Populasi ternak entok nasional tahun 2019 tercatat mengalami peningkatan sekitar 3,7 % namun produktivitasnya belum optimal. Hal ini disebabkan karena entok masih banyak dibudidayakan dengan pola pemeliharaan secara tradisional (ekstensif), serta pemberian pakan seadanya yakni dengan diumbar dan digembalakan di sungai, sawah, rawa, dan pemukiman sehingga peningkatan populasinya tergolong lambat. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing komoditi entok antara lain faktor kondisi, faktor permintaan, faktor industri terkait, faktor industri pendukung, dan faktor persaingan industri. Upaya menjadikan entok sebagai penghasil daging utama membutuhkan strategi dan perhatian yang serius. Beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain penentuan lokasi pengembangan sektor peternakan entok yang ideal, pengoptimalan lahan, pemanfaatan sumber daya genetik yang unggul, meningkatkan konsumsi daging entok, mengembangkan produktivitas entok, meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan pada sektor peternakan entok. Simpulan dari artikel ini yakni entok berpotensi sebagai penghasil daging alternatif yang baik, memiliki peluang sebagai produksi pangan hewani, dan menunjang daya saing sebagai pangan yang mendukung ketahanan pangan nasional.


Kata Kunci


entok (Cairina moschata), sumber daging alternatif, ketahanan pangan

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats